Coretanku

Agustus 14, 2009

Hebel dan Prime Mortar Sang Penakluk Tanah Labil dan Angin Pegunungan

Diarsipkan di bawah: Top Stories — Diena @ 7:52 pm

Solusi tepat untuk rumah di daerah pegunungan

oleh
Diena Ulfaty

Masih terlalu pagi untuk menyadari bahwa tembok pembatas rumah yang kutempati pada pertengahan tahun 2006 itu tiba-tiba mundur kira-kira 15 cm. Sambil mencium bau kabut pegunungan, aku berlutut sambil menatap lantai yang retak secara horisontal, sejajar dengan tembok pembatas yang mundur tadi. Kami yang waktu itu masih mengontrak rumah, melaporkan kejadian tersebut pada sang pemilik. “Wah saya tambah senang Pak,” kata Bu Hasanudin sambil tersenyum, “itu artinya tanah saya bertambah luas. Apalagi kalau tiap tahun temboknya bisa mundur satu meter bisa-bisa dalam sepuluh tahun mendatang rumah saya luasnya nambah sepuluh meter persegi.”
Kami tertawa serentak mendengar kelakar Bu Hasanudin yang sama sekali tidak mempedulikan tembok dan lantainya yang retak akibat pergerakan tanah. Padahal aku sebagai pengontrak merasa takut jika bangunan yang kutempati mengalami kerusakan. Memang memiliki rumah di daerah pegunungan memiliki dampak negatif seperti rawan longsor, angin, dan kadang-kadang gempa kecil. Tetapi banyak juga dampak positifnya lho antara lain terbebas dari banjir, polutan, dan kebisingan. Bahkan beberapa penyakit berat pun bisa sembuh akibat udara gunung yang bersih dan banyak mengandung ion positif yang baik untuk kesehatan. Itulah salah satu alasan yang membuat kami memutuskan untuk membeli rumah di daerah pegunungan. Dan impian tersebut berhasil kami wujudkan di awal tahun 2009. Kami membeli bangunan mungil tipe 29 dengan desain minimalis di kawasan perumahan sederhana Cileunyi, Bandung. Letaknya lumayan dekat dengan rumah yang sebelumnya kami kontrak dulu. Jujur saja, bangunan yang terlalu mungil membuat kami bingung karena barang-barang yang kami miliki terlalu banyak sehingga rumah tidak muat. Apalagi dapurnya tidak ada. Akhirnya dengan dana yang sangat terbatas kami mulai memikirkan membangun ruang tambahan seperti dapur, tempat cuci baju, dan ruang makan. Namun setelah dikalkulasi, ternyata dana kami terlalu mepet atau boleh dikatakan tidak cukup jika menggunakan bahan bangunan konvensional.

Suatu hari suamiku pulang ke rumah sambil membawa bongkahan beton ringan sejenis blok Hebel yang dengan bangga ia tunjukkan padaku. “Aku ingin kita memakai bahan seperti ini untuk membangun nanti. Aku tadi mengambil sisa-sisa bangunan pondok pesantren yang memakai bahan ini,” katanya.
Aku memegang bongkahan yang bentuknya mirip dengan batu apung dan merasakan betapa ringannya benda itu. Tak kusangka ternyata benda itu seringan batu apung, dan akan mengambang jika diceburkan ke dalam air. “Apakah bahan ini kuat?” tanyaku.
“Ya. Dijamin kuat,” kata suamiku, “lebih kuat daripada batu bata. Bahkan meskipun harganya sedikit lebih mahal tapi lebih hemat biaya dan waktu. Pengerjaannya memerlukan waktu lebih cepat sehingga tak perlu mahal membayar tukang.”
Alasan lain kami tertarik menggunakan beton ringan karena tahan retak. Maklum di daerah kami tanahnya masih labil (tidak stabil) dan sering membuat tembok retak. Pondok pesantren yang dekat rumah kami pun mengganti dindingnya dengan blok Hebel untuk mengatasi tanah yang labil karena Hebel mampu mengatasi masalah itu.
Oya, kami juga sudah mengenal Prime Mortar lebih dulu karena ketika browsing mencari bahan bangunan di internet Prime Mortar sering muncul sebagai perekat blok, plesteran, pengacian, atau pemasangan keramik. Prime Mortar juga menjadi solusi bagi orang-orang sibuk yang tak punya banyak waktu untuk mengawasi tukang bekerja, seperti suamiku. Sehingga terjadi efisiensi waktu dan biaya. Jadi tanpa ragu-ragu akhirnya kami merencanakan untuk membangun ruang tambahan dengan dana yang sangat terbatas menggunakan Hebel dan Prime Mortar.
Namun aku masih punya impian untuk memiliki ruang kerja (aku bekerja sebagai penulis dan sudah menerbitkan buku, pun sebagai penerjemah lepas). Selama ini pekerjaanku seringkali terganggu oleh kebisingan dapur, bunyi penggorengan, dan teriakan putriku yang masih berumur 2 tahun. Kami bahkan telah menggambar rancangan 3 dimensi lantai atas yang asri dengan sirkulasi udara yang lancar sehingga bisa merasakan hawa pegunungan yang sejuk, dan rencananya akan kujadikan kantor pribadi dan perpustakaan. Tetapi aku tidak tahu kapan bisa mewujudkan impian itu karena tiap bulan hampir tidak ada lagi uang sisa untuk ditabung. Income yang kami miliki hanya cukup untuk membayar cicilan rumah per bulan, memenuhi kebutuhan pokok, dan membayar hutang yang belum lunas sampai kira-kira lima tahun ke depan. Dapur, tempat cuci dan ruang makan kami pun masih beratapkan asbes yang tentu saja membuatku takut ketika angin puting beliung melintasi atap rumah. Takut asbesnya terbang semua sehingga melukai aku dan kedua anakku yang masih kecil-kecil. Tikus-tikus pun bisa dengan mudah mencuri makanan di dapur karena mampu “menaklukkan” asbes yang bertengger di atasnya. Walaupun demikian kami bahagia dalam keadaan serba terbatas. Tiap pagi pembantu kami selalu menemukan tumpukan kotoran tikus yang memenuhi lantai kamar mandi. Aahh…andai saja atapnya diganti dengan beton ringan panel lantai Hebel menjadi lantai dua tentu saja kami akan terbebas dari binatang pengerat yang baunya sangat khas itu.
Itulah sebabnya kami ingin Hebel dan Prime Mortar membantu kami mewujudkan impian kami karena kami sudah tahu kehebatan kedua produk ini. Jujur saja, aku belum menemukan produk yang lebih baik dari Hebel dan Prime Mortar yang mampu mengatasi kondisi pegunungan yang berangin dan tanah yang labil. So please, bantu kami mewujudkan impian kami untuk memiliki lantai dua yang tahan di tanah yang labil dan tahan angin pegunungan ya… Bravo Hebel dan Prime Mortar!!!You are the best..

Diena Ulfaty adalah penulis buku Inspiring Stories for Kids, tinggal di Bandung.
URL : http://dienaulfaty.wordpress.com
e-mail : diena.ulfaty@gmail.com

Desember 15, 2008

KOMENTAR JK ROWLING MENGENAI FIKSI DAN NON FIKSI

Diarsipkan di bawah: Top Stories — Diena @ 10:46 am

KOMENTAR JK. ROWLING MENGENAI FIKSI DAN NON FIKSI

Oleh Diena Ulfaty

Pernahkah kamu bertanya, seberapa efektifkah kisah non fiksi dalam membentuk karakter anak dibanding fiksi?. Apakah kamu juga memiliki kecenderungan untuk membaca kisah-kisah non fiksi yang memiliki nilai-nilai inspiratif dibanding kisah fiksi dengan tema yang sama ?. Kenapa?

Pertanyaan itulah yang sering saya lontarkan kepada diri saya sendiri ketika berada di toko buku dengan uang saku mepet. Saya seringkali dihadapkan pada pilihan yang sulit ketika menemukan buku bagus yang berisi kisah inspiratif (non fiksi) dan fiksi (peraih pernghargaan tertentu). Saya tahu dua-duanya bagus tapi saya harus memilih satu di antara keduanya. Akhirnya setelah melewati pemikiran yang panjang, jatuhlah pilihan saya pada buku non fiksi.

Kenapa saya lebih memilih yang non fiksi? Karena pastinya kisah non fiksi menghadirkan tokoh yang memiliki karakter manusiawi (yang memiliki banyak ketidaksempurnaan seperti layaknya saya). Namun dengan keterbatasan itu dia mampu menyelesaikan masalah yang dinilai berat oleh rata-rata manusia. Berbeda dengan kisah fiksi, biasanya tokoh fiksi memiliki karakter yang hampir sempurna. Sebagai contohnya, saya selalu terkagum-kagum dengan karakter Sherlock Holmes yang menurut saya lebih hebat dari polisi atau detektif lain di dunia (karena di novelnya, Holmes seringkali menggambarkan kalau polisi atau detektif lain itu kelihatan bodoh atau kurang cermat dalam membuat deduksi, yang membuat saya yakin bahwa mungkin saja rata-rata polisi seperti itu, hehe). Dan tentu saja, sulit untuk meniru karakternya yang nyaris sempurna itu. Perasaan skeptis bahwa saya tidak mungkin bisa menirunya (dan memang saya tidak akan menirunya), dan berbagai alasan seperti alur cerita yang sudah diplot sedemikian rupa oleh penulisnya, membuat saya skeptis kalau memang ada tokoh seperti dia di dunia ini. Saya lebih terinspirasi oleh tokoh Sheila yang bisa keluar dari masalahnya yang berat, atau Ellisabeth Gilbert yang mampu mengalahkan depresinya. Karena saya pikir, kalau mereka bisa, saya atau pembaca lain juga pasti bisa. Semangat itu muncul karena saya tahu mereka hanyalah manusia biasa yang memiliki banyak ketidaksempurnaan, tetapi mereka bisa mengatasi persoalan yang dianggap oleh rata-rata manusia sebagai masalah berat. Mereka bisa melewati takdir hidup yang ditetapkan Tuhan, bukan plot cerita yang dibuat oleh mereka sendiri. Itulah yang membuat saya salut pada mereka dan ingin mengetahui pengalaman dan cara mereka mengatasi masalahnya.

Saya benar-benar tidak menyangka kalau JK Rowling, penulis Harry Potter ternyata memiliki pandangan yang sama dengan saya. Dalam sebuah wawancara dengan situs yang berbasis di Amerika – accio-quote.org, Rowling menyebutkan kalau kisah non fiksi lebih efektif dijadikan inspirasi dibanding kisah fiksi. Meskipun begitu Rowling tetap memilih jalur menulis fiksi. Karena dengan menulis fiksi dia bisa bebas menggunakan imajinasinya. Menurut Rowling, cerita fiksi bisa lebih memberi kesan yang susah dilupakan dibanding non fiksi. Sebagai contohnya, tokoh superman lebih popular dibanding Albert Einstein?. Tak banyak anak atau bahkan orang dewasa yang tahu kisah hidup Einstein meski namanya tercatat sebagai orang genius pencipta formula bom atom, tapi siapa yang tak kenal superman?. Superman begitu berkesan dan popular karena memiliki sifat-sifat hebat yang tak dimiliki manusia umumnya, seperti bisa terbang, dll. Anak-anak begitu mengidolakannya. Tapi sayang dari sisi moral kisah superman tidak dapat menginspirasi anak-anak untuk bertingkah laku baik, sebaliknya mereka malah menyukai atau meniru adegan kekerasan yang ada dalam film itu, untuk menunjukkan kehebatan atau “kejantanan”nya di depan anak-anak lain.

Seperti halnya kisah Harry Potter yang menurut kabarnya memicu aksi bunuh diri seorang anak di Jepang, dan efek negative lain yang tidak pernah diduga oleh penulisnya. Kisah-kisah fiktif lain juga seringkali memiliki efek negatif dan positif. Seperti halnya Rowling yang sejak awal menulis bukan untuk memberi inspirasi anak-anak supaya bisa seperti Harry Potter. Atau mempengaruhi mereka supaya menyukai Harry Potter. “Jika kemudian anak-anak mengidolakan Harry, aku senang,” kata Rowling, “aku juga menyukai Harry, karena karakternya sangat menyenangkan. Tetapi terlepas dari semua itu, aku menciptakan tokoh Harry bukan untuk memberi teladan kepada anak-anak. Aku hanya menulisnya kemudian anak-anak suka.”

Sama seperti Rowling, tahun 2003 ketika saya menulis novel fiksi ilmiah berjudul Bukan Jules Verne yang menjadi finalis lomba novel tingkat nasional yang diadakan oleh Dewan Kesenian Jakarta 2003. Saya sama sekali tidak memikirkan efek samping dari cerita yang saya buat. Atau menjadikan tokoh Thales yang jenius dikagumi oleh pembaca. Saya hanya menulis karakter yang saya suka dan saya kenal, dan saya senang ketika pembaca menyukai Thales.

Namun meskipun begitu, saya berhenti menulis fiksi dan memilih jalur penulisan non fiksi. Memang dari segi tantangan, menulis fiksi jauh lebih menantang dibanding non fiksi. Tapi dari sisi idealisme saya lebih nyaman menulis non fiksi. Setelah berhenti menulis cerita selama 7 tahun, saya akhirnya memutuskan untuk menulis kisah non fiksi yang berjudul Inspiring Stories for Kids dengan harapan supaya anak-anak mengenal tokoh-tokoh mengagumkan yang nama-namanya tercatat dalam sejarah, dan meneldani sifat-sifat baik mereka. Pun karena saya sependapat dengan Rowling kalau kisah non fiksi lebih efektif untuk dijadikan sumber inspirasi dibanding cerita fiksi.

Nah kalau JK. Rowling dan saya merasa yakin dengan keefektifan kisah non fiksi dalam merubah karakter anak (menginspirasi anak supaya meneladani sifat-sifat sang tokoh). Bagaimana dengan kamu?.

Diena Ulfaty

Penulis Inspiring Stories for Kids. Kisah-Kisah Teladan tentang Kepahlawanan, Kesabaran, Kejujuran, dan Cinta. Buku dapat diperoleh di TB Gramedia, dll, juga bisa pesan langsung ke penulisnya

November 21, 2008

BUKU KUMPULAN KISAH INSPIRATIF DI TENGAH KRISIS MORAL (mau? Baca ketentuannya yah)

Diarsipkan di bawah: Top Stories — Diena @ 7:32 am

Inspiring Stories for Kids

Bismillaahirrohmaanniroohiim,

BUKU KUMPULAN KISAH NON FIKSI TERBAIK SEPANJANG MASSA

(terbit akhir Nopember 2008, GET IT NOW, AND GET INSPIRED!!)

Seri Cerita Anak Muslim

Oleh Diena Ulfaty

Adakah buku anak yang meng”kritisi” masalah pornografi sampai korupsi?. Jawabnya ada. Berbeda dari kebanyakan buku anak, buku Inspiring Stories for Kids. Kisah-Kisah Teladan tentang Kepahlawanan, Kesabaran, Kejujuran, dan Cinta, cukup bisa dibilang kritis meski dari 20 kisah yang terkumpul dalam buku tersebut, ada beberapa yang terkesan terlalu pendek. Meskipun begitu cerita tetap enak untuk dinikmati. Tak hanya itu dengan balutan gaya bahasa yang sangat sederhana dan ringan, beberapa cerita yang nampak kritis pun bisa dipahami oleh anak usia 10 tahun. Simak saja beberapa penggalan cerita yang diambil dari salah satu kisah dalam buku Inspiring Stories for Kids yang berjudul Kisah Lelaki yang Dipingit.

Setelah waktu berjalan cukup lama aku mengetahui kalau uskup yang kukenal itu bukanlah orang baik. Perilakunya sungguh menjijikkan. Dia memerintahkan orang-orang untuk bersedekah tetapi hasil sedekah yang terkumpul ia simpan untuk dirinya sendiri. Sungguh berbisa sekali mulut sang uskup sehingga dia berani menipu rakyat dengan kebohongan yang menyedihkan. Jadi, bukan salahku jika aku sangat membencinya.

Tak lama berselang, uskup itu tiba-tiba mati. Kematiannya merupakan misteri bagi semua orang. Acara penguburannya diramaikan oleh orang-orang yang mengelu-elukannya tanpa tahu kebusukannya selama ini. Mereka berduyun-duyun menghormati mayatnya dan menyesali kepergiannya. Tapi aku akan segera mengakhiri sandiwara ini supaya kejahatan sang uskup terungkap.

“Aku tahu rahasia yang disimpan oleh uskup ini semasa hidupnya,” kataku pada orang-orang itu. “Sesungguhnya orang ini adalah orang yang jelek. Dia memerintahkan kalian untuk bersedekah tetapi ternyata dia tidak memberikan sedekah kalian itu kepada orang miskin. Dia menyimpannya untuk kepentingannya sendiri.”

“Apa buktinya kau mengatakan itu?,” tanya mereka.

Akhirnya kejahatan si uskup benar-benar terbongkar, bahkan pada akhirnya orang-orang enggan menguburkan mayatnya. Mereka malah melempari mayat sang uskup dengan batu dan membiarkannya tergeletak di tanah. Sungguh pemandangan yang menyedihkan. Itulah salah satu gambaran tentang kejahatan orang yang sangat dipercaya di masyarakat tetapi menyalahgunakan kepercayaan itu untuk menipu orang. Sungguh merupakan fenomena yang sangat sering kita jumpai di tengah masyarakat ini. Pesan dari kisah ini, bahwa dalam mencari kebenaran kita harus mengetahui siapa-siapa yang berhak untuk dipercaya. Pesan ini sangat penting untuk membentengi anak-anak agar tidak mudah percaya kepada orang-orang bergelar ustadz atau pemuka agama, dan mengkritisi ajaran mereka sebelum mengikutinya. Siapa tahu mereka adalan pentolan teroris, koruptor, dll?

Mungkin anak-anak tidak paham apa itu korupsi, tapi setidaknya mereka tahu seperti apakah tindakan yang bisa menyebabkan orang melakukan korupsi. Mungkin mereka juga tidak tahu kalau korupsi bisa berawal dari “niatan baik” yaitu meminjam barang (uang) milik rakyat dalam periode tertentu untuk modal usaha, dan segera mengembalikannya jika usaha tersebut sukses. Nah jika usaha gagal otomatis orang tersebut tidak akan mampu mengembalikannya. Beberapa pengusaha atau pemimpin negara yang dituduh korupsi dan mendekam di penjara melakukan korupsi karena kasus seperti ini.

Dalam kisah yang berjudul Kalung Mutiara di Baitul Mal, mengisahkan seorang pemimpin yang bernama Ali yang memarahi putrinya ketika meminjam kalung mutiara di baitul mal. Sang putri merasa berhak memakainya karena dia adalah anak orang nomor satu di negerinya. Namun tingkah lakunya mendatangkan kemarahan sang ayah meski niatan awalnya meminjam, tetapi Ali tetap tidak setuju jika harta rakyat yang tersimpan di baitul mal digunakan macam-macam. Bahkan dia menghukum putrinya sendiri akibat kesalahannya itu. Berikut penggalannya.

Di sebuah negeri yang aman sentosa, ada sebuah baitul mal tempat menyimpan barang-barang berharga milik rakyat. Di antara barang-barang yang tersimpan di sana, ada seuntai kalung mutiara yang indah. Suatu hari, putri Ali bin Abi Thalib mendatangi penjaga baitul mal untuk meminjam kalung mutiara. Sang penjaga pun memberikannya dengan ringan tangan. Bagaimana pun ia tidak sanggup menolak permintaan putri sang pemimpin negerinya.

Sang Putri senang karena permintaannya diloloskan. Namun saat bertemu dengan ayahnya, sesuatu pun terjadi. “Darimana kau dapatkan kalung itu?,” tanya sang ayah ketika mendapati kalung mutiara di leher putrinya.

“Aku meminjamnya dari penjaga baitul mal dan akan mengembalikannya dalam waktu tiga hari. Aku ingin memakainya untuk berhias di hari Idul Adha.”

Seketika itu juga, Ali segera mengutus seseorang untuk memanggil penjaga baitul mal. Setelah sang penjaga berada di hadapannya, ia memarahinya. Bagaimana pun barang-barang yang ada di baitul mal adalah milik rakyat dan tidak boleh digunakan sembarangan oleh orang lain.

“Sesungguhnya yang meminjam kalung itu adalah putrimu,” kata sang penjaga, “dia hanya sekedar meminjam dan akan mengembalikannya dalam keadaan utuh.”

Bercermin dari kisah di atas, ternyata banyak juga orang yang kurang amanah terhadap harta rakyat, mungkin kita salah satunya. Dengan menggunakan istilah meminjam, orang-orang ini telah bertindak ceroboh terhadap harta rakyat kecil. Inilah pesan penting yang diperuntukkan para pejabat supaya berhati-hati dengan barang milik rakyat, karena sikap meremehkan seperti ini bisa mendatangkan benih-benih kejahatan (seperti korupsi misalnya). Masih banyak kisah seru lainnya yang tak kalah menarik. Bahkan ada juga kisah pezina yang sangat jujur yang minta dirajam karena takut dosanya tidak diampuni. Sebuah kisah langka di massa sekarang, ketika masyarakat dilanda krisis moral. Banyak wanita yang kehilangan nuraninya sehingga berani melakukan pembunuhan terhadap anak hasil perzinaan. Padahal dengan tobat yang benar, bisa menjadikan orang tersebut masuk surga.

Kisah yang berjudul Gubernur yang Miskin juga tak kalah menariknya. Kisah tersebut bercerita tentang seorang gubernur yang sangat miskin sampai-sampai hanya punya satu pakaian saja. Berbeda dari gubernur jaman sekarang yang berlomba-lomba mengejar kekayaan, tokoh utama dalam cerita tersebut menolak uang seribu dinar yang diberikan oleh pimpinan negerinya. Dia lebih memilih hidup miskin seperti rakyat biasa dengan kondisi yang sangat memprihatinkan. Bahkan gara-gara saking miskinnya, sang gubernur beberapa kali kelaparan karena tidak punya sesuatu pun untuk dimakan. Benar-benar cerita yang mengharukan.Ada sekitar 20 kisah inspiratif yang layak dijadikan teladan. Siapapun yang membacanya akan terinspirasi untuk meneladani sifat-sifat baik yang dimiliki oleh tokoh-tokoh hebat yang nama-namanya tercantum dalam sejarah. Apalagi ada 20 ilustrasi full color yang menambah cerita makin hidup dan seru aja. Bahkan buku yang rencananya terbit akhir Nopember ini menuai banyak pujian, mulai dari kalangan akademisi, anak-anak, sampai penulis buku.

“Saya kira tidak hanya anak-anak saja yang perlu membaca buku ini, bahkan ibu-ibu sangat dianjurkan untuk membacanya. Banyak sekali kisah inspiratif yang meneguhkan iman. Saya berinisiatif membacakan seluruh kisah ini kepada anak-anak TPA setelah bukunya terbit nanti. Makanya momen terbitnya buku ini sangat saya tunggu-tunggu,” kata Ibu Siti Rahmah Umniyati, pakar parasitologi UGM yang menjadi dosen Pasca Sarjana Fakultas Kedokteran Umum Universitas Gajah Mada Jogjakarta.

“Saya mau belajar dari mbak Diena (penulis Inspiring Stories for KIds) tentang cara menulis kisah sehingga enak dibaca. Top banget deh,” ujar Dafindra Al Ghifari, bos kecil Astro.

Buku seperti ini sangat jarang ada di toko buku. Padahal anak-anak sangat membutuhkannya. Saya kira, sang penulis perlu menerbitkan kisah-kisah seperti ini yang lebih tebal lagi. Benar-benar inspiratif,” kata Ir. M. Syakir, M.Si, pendiri Malaysian Institute of Technology

Pujian juga datang dari seorang penulis buku The Kufr of Magic and The Evil of Harry Potter - Abu Hamzah Yusuf Al-Atsary, seorang murid ahli hadits Yaman.

Buku ini memang inspiratif. Sarat akan pendidikan akhlak. Sangat layak untuk dijadikan teladan. Hebatnya lagi, seluruh kisahnya bersumber dari hadits-hadits shohih. Gaya bahasannya sangat mudah dimengerti anak-anak. Membaca buku ini akan membuat mereka seolah-olah sedang menyaksikan sendiri kejadian-kejadian di masa lalu dan merasakan berbagai pengalaman hidup yang dilalui Rasulullah, para sahabatnya, dan tokoh-tokoh mengagumkan lainnya yang nama-namanya tercatat dalam sejarah, ” katanya.

Nah buat teman-teman yang udah baca buku Inspiring Stories for Kids. Kisah-Kisah Teladan tentang Kepahlawanan, Kesabaran, Kejujuran, dan Cinta, ada 10 souvenir keren yang menantimu. Info selengkapnya bisa dibaca pada halaman GRATIS T-Shirt, E-BOOK, dan Mug Cantik bagi Pembaca Inspiring Stories for Kids di blog ini.

Spesifikasi buku :

Judul : Inspiring Stories for Kids. Kisah-Kisah Teladan tentang Kepahlawanan, Kesabaran, Kejujuran, dan Cinta.

Penulis : Diena Ulfaty

Penerbit : Nano Publishing

ISBN :978-979-18601-0-9

Size : 19 x 23,5 cm

Jumlah Halaman : 82 (disertai ILUSTRASI full color)

Harga : Rp. 32.900,-

Tanggal terbit : akhir Nopember 2008 (telah terbit)

Buku juga bisa diperoleh di TB. Gramedia, TB. Gunung Agung, dll. Bagi yang kesulitan ngedapetin bukunya, bisa juga pesan langsung ke penulisnya dengan menambahkan ongkos kirim. Pemesanan bisa via e-mail ke diena.ulfaty@gmail.com dengan subyek Pesan Buku Inspiring Stories for Kids. Oya ada bagi-bagi souvenir lho bagi pembaca setia Inspiring Stories for Kids. Ada 10 souvenir keren menantimu, baca selengkapnya di halaman belakang buku Inspiring Stories for Kids

Salam,

Diena Ulfaty

Penulis Inspiring Stories for Kids. Kisah-Kisah Teladan tentang Kepahlawanan, Kesabaran, Kejujuran, dan Cinta

http://dienaulfaty.wordpress.com

ilustrasi-warna1
Ilustrasi berwarna


Juli 19, 2008

OPRAH COLLAPSE

Diarsipkan di bawah: Top Stories — Diena @ 6:18 am

Akhir Mei, setelah menyelesaikan acara Oprah Winfrey Show yang ke-21 Oprah tiba-tiba mengalami gangguan kesehatan. Setelah mengakhiri perjalanannya ke Afrika dia merasakan tubuhnya begitu lemah. Dia mengalami kelelahan luar biasa yang membuatnya susah bangun —sebuah keadaan yang tidak pernah dia alami sebelumnya. Hal itu yang memaksa Oprah untuk pergi menemui beberapa dokter. Bayangkan kalau saja sesuatu yang serius menimpanya mungkin acara spektakuler dan sangat heboh itu akan segera berakhir. Dan tentu saja banyak pihak yang akan merasa kehilangan, begitu juga Oprah sendiri yang menurut pengakuannya sangat mencintai pekerjaannya.

Oprah tentu saja menjadi agak panik, namun kepanikan itu segera mereda saat dokter memberitahunya kalau ada gangguan pada tiroidnya yang disebabkan oleh masa menopouse.

Setelah diagnosa itu Oprah menjadi begitu tertarik membaca buku The Wisdom of Menopouse karangan Dr. Christiane Northrup. Dia selalu menyimpan buku itu di sebuah tempat di dekat ranjangnya. “Setelah membaca buku itu aku menyadari kalau aku tidak sendirian,” katanya. “Ada sekitar 25% dari wanita yang mengalami menopause akan menderita gangguan tiroid seperti yang kualami. Dan sayangnya banyak sekali di antara wanita yang tidak tahu ketika hal itu terjadi padanya.”

Itulah sebabnya Oprah ingin menceritakan pengalamannya itu di majalah O (Majalah Oprah) bulan Oktober 2007. “Aku ingin semua wanita memahami hal ini dan peduli. Aku harap mereka bisa mengenali gejalanya kemudian memeriksakannya ke dokter. Terutama wanita yang berada pada masa menopause, karena hal ini sangat penting supaya mereka tidak ketakutan atau stres.”

Namun ternyata gangguan tiroid yang dialami Oprah tidak selalu menimpa semua wanita menopause. Ada banyak gangguan yang lain dengan gelaja yang berbeda-beda. Ada yang tubuhnya selalu mengeluarkan banyak keringat di malam hari. Ada juga yang jantungnya berdebar-debar setiap saat. Tapi yang jelas, semua wanita yang mengalami masa menopause akan mengalami masalah kesehatan.

“Kesehatan Anda sangat bergantung pada kesehatan pikiran, perasaan, dan jiwa. Dan gejala yang Anda tunjukkan sebenarnya merupakan representasi dari apa yang Anda pikirkan,” kata Dr. Northrop. “Anda adalah budak diri Anda sendiri karena ketika Anda melakukan sesuatu yang berlebihan, yang membuat kesehatan Anda menurun maka tubuh Anda akan memberikan tanda atau peringatan — ‘Hei, kamu telah meletakkan sesuatu terlalu banyak di dalam “karpet” emosi, nutrisi, dan tidak pernah olahraga. Kamu begitu mementingkan orang lain daripada kesehatanmu.’ Lalu jiwamu akan protes, ‘Bagaimana denganku?. Bagaimana denganku?. Kamu tak pernah pedulikanku.’ Lalu tiba-tiba tubuhmu akan menunjukkan gejala yang membuat kepalamu sakit dan susah tidur.”

Buku The Wisdom of Menopause telah membuat Oprah sadar tentang suatu hal. “Aku teringat dengan sebuah kalimat yang pernah kubaca di Bibel,” katanya. “Ketika aku masih kecil aku berbicara seperti layaknya anak kecil. Dan ketika aku dewasa atau menjadi tua, aku buang semua hal yang bersifat kekanak-kanakan.”

“Ya,” kata Dr. Northrop. “Dan kabar baiknya adalah ketika usia Anda mencapai 35 dan menuju ke 40 tahun, Anda akan memiliki struktur ego yang cukup kuat yang akan mencerminkan siapa diri Anda. Anda akan memiliki kemampuan atau ketrampilan untuk menghadapi hidup”

Wah jadi ingat kisah tanteku yang mengalami pendarahan (seperti haid) terus menerus saat menginjak usia 40 tahun ke atas. Tante mengira kalau terkena kanker rahim (yang juga diindikasikan dengan pendarahan) atau penyakit serius lainnya. Tapi ternyata gejala menopause. Yah, jadi lega deh. Semoga informasi ini bermanfaat buat kamu yang belum / sudah menopause.

————————————————————————–

Sumber : Oprah Show

Ditulis oleh Diena Ulfaty

Penulis buku Inspiring Stories for Kids. Kisah-Kisah Teladan tentang Kepahlawanan, Kesabaran, Kejujuran, dan Cinta. Tunggu tanggal terbitnya yah!

Don’t forget to visit my blog, Ok??. See ya….

Regards,

Diena Ulfaty

http://dienaulfaty.wordpress.com

Blog pada WordPress.com.