Beberapa waktu lalu saya membaca tulisan seorang penulis best seller yang mengalami “kegagalan” di toko buku. Penulis tersebut komplain mengenai kompetisi penjualan buku di toko buku yang disisipi oleh beberapa kecurangan yang dilakukan oleh distributor. Sang penulis menceritakan tentang susahnya pembaca mencari bukunya karena letaknya sering dipindah-pindah oleh distributor saingannya, dan bahkan seolah-olah sengaja disembunyikan supaya pembaca kesulitan mendapatkannya. Namun karena keseriusan sang penulis untuk terus mempromosikan bukunya melalui radio, televisi, seminar, dll., maka kendala tersebut dapat diatasi. Terbukti buku yang “disembunyikan” tadi menduduki peringkat best seller. Sungguh prestasi yang luar biasa untuk seorang penulis yang mengalami perlakuan kurang adil tersebut..
Perjalanan saya juga tak kalah peliknya, meski tak sama dengan kisah penulis yang saya ceritakan di atas. Setelah buku saya yang berjudul Inspiring Stories for Kids tersebar di TB. Gramedia, banyak pembaca yang komplain tak menemukan buku saya tersebut di katalog Gramedia. Awalnya saya tidak menyangka hal seperti ini terjadi pada saya karena saya sudah cukup senang dengan datangnya beberapa pemesan buku melalui e-mail pribadi saya. Bahkan kegembiraan saya meluap-luap ketika di pagi hari yang cerah saya memperoleh kiriman uang dari seorang kepala rumah tangga yang tinggal di Inggris untuk pemesanan satu eksemplar buku Inspiring Stories for Kids untuk anaknya. Betapa terharunya saya dengan ketulusan bapak itu karena telah menjadikan buku Inspiring Stories for Kids yang berisi 20 kisah teladan tentang kepahlawanan, kesabaran, kejujuran, dan cinta, sebagai kado istimewa untuk anaknya yang terpisah ribuan kilometer darinya.
Namun perasaan senang saya tersebut segera lenyap ketika saya mendapat telpon dari beberapa pembaca yang gagal menemukan buku saya di TB. Gramedia.
“Saya sudah mencarinya,” kata mereka, “tapi di katalog nggak ada.”
“Masa’ sih?,” kata saya tidak percaya. “Tapi apa telah dicek di bagian buku anak?”
“Belum sih. Tapi bagaimana saya yakin buku itu ada kalau di katalognya aja nggak ada?”
Jawaban dari pembaca tersebut membuat saya termenung cukup lama. Ditambah lagi saya belum mendapat laporan penjualan buku tersebut dari distributor, sementara komplain dari pembaca kian menjadi-jadi. Tak hanya daerah Jakarta saja yang komplain tetapi dari kota Malang juga mengajukan komplain yang sama – buku Inspiring Stories for Kids tidak ditemukan di katalog TB. Gramedia. Saya mengajukan komplain ke Agromedia mengenai masalah itu, tapi jawaban tak kunjung saya peroleh. Dalam hati, saya bertanya-tanya, bagaimana mungkin TB. Gramedia melakukan kelalaian fatal semacam ini yang tentu saja akan mempengaruhi angka penjualan buku saya. Karena beberapa di antara pembaca merasa keberatan jika memesan buku ke saya sebab biaya transfer akan dibebankan kepada mereka. Bagi beberapa orang dengan uang saku pas-pasan lebih memilih untuk bersusah payah mencari buku favoritnya dibanding harus mengeluarkan uang 8000,- sampai 10.000,- untuk ongkos kirim. Waktu itu saya nyaris putus asa dan berfikir kalau buku saya akan sulit menembus angka penjualan lebih dari 100 eksemplar per bulannya. Saya bertanya-tanya, apa kira-kira ada pembaca yang mau bersusah payah mencari buku saya setelah tidak menemukannya di katalog. Ditambah lagi promosi yang saya lakukan hanya melalui media on-line dengan jangkauan pembaca yang terbatas.
Namun keanehan pun terjadi, di bulan Februari yang mendung saya dikejutkan oleh kedatangan kurir pembawa berita dari Agromedia. Hasil penjualan buku saya selama bulan Januari 2009 mencapai lebih dari 100 eksemplar. Sebuah angka yang mengejutkan bagi saya, itu artinya dalam waktu satu bulan ada lebih dari 100 pembaca yang benar-benar mencari buku saya setelah tidak menemukannya di katalog Gramedia. Pun bisa disimpulkan bahwa terdapat lebih dari 100 pembaca yang dengan susah payah menemukan buku saya lalu membelinya. Saya benar-benar terharu dengan sikap pembaca yang “rela berkorban” agar memperoleh buku Inspiring Stories for Kids. Saya ucapkan terima kasih kepada para pembaca atas kepercayaan yang telah diberikan kepada saya. Semoga Allah memberikan rahmat dan berkah-Nya kepada mereka.
Akhirnya masalah saya mulai mencair pada malam minggu pertengahan Februari. Setelah komplain saya ditanggapi oleh pihak Agromedia, buku saya mulai nongol di katalog Gramedia. Tapi ternyata masalahnya nggak selesai sampai di sini. Ketika mengeceknya, terdapat kesalahan penulisan judul dan nama penulisnya. Saya sedih sekali, namun saya juga menganggap bahwa itu kesalahan manusiawi. Kejadian inilah yang membuat saya menulis artikel ini – hal yang saya anggap sebagai kesalahan wajar yang merugikan. Kesalahan tersebut antara lain :
- Petugas pencatat katalog menuliskan judul Inspiring Stories for Kids dengan Inpiring Stories for Kids (terdapat kesalahan pada penulisan kata Inspiring (kurang huruf “s”)). Artinya, jika para pembaca mencari buku berjudul Inspiring Stories for Kids maka mereka tidak akan menemukannya di katalog karena database telah salah mengidentifikasikan buku tersebut.
- Petugas pencatat katalog juga salah mengetikkan nama penulisnya. Nama Diena Ulfaty diketik dengan Diana Ulfaty. Artinya jika pembaca mencari di katalog nama Diena Ulfaty, database tidak akan mengenalinya kecuali jika pembaca mengetikkan nama Diana Ulfaty (bukan Diena Ulfaty).
Namun beruntungnya nama penerbit (Nano Publishing) tidak mengalami kesalahan sama sekali, sehingga ketika pembaca mencari buku saya berdasarkan nama penerbit, maka mereka bisa dengan sukses menemukannya. Saya sedikit lega menemukan fakta terakhir ini meski saya masih tetap berharap TB. Gramedia mau memperbaiki kesalahannya itu.
Meski saya mengalami banyak hal yang “merugikan” saya, namun pengalaman tersebut membuat saya tahu arti pentingnya buku saya bagi para pembaca. Betapa tidak? Dengan kesulitan semacam itu (tidak masuknya buku saya ke dalam katalog Gramedia), ternyata tidak menyurutkan tekad lebih dari 100 pembaca (dalam kurun 1 bulan) untuk mencari buku saya dan berhasil menemukannya. Beberapa di antara mereka memutuskan untuk memesan setelah berputar-putar di Gramedia namun tak kunjung menemukannya juga. Sikap mereka yang berkorban waktu untuk mencari buku saya tersebut benar-benar membuat saya terharu. Ditambah lagi pemesan buku yang datang dari manca negara, sikap mereka menunjukkan betapa berartinya buku saya bagi mereka. Seorang bapak yang berasal dari Inggris bahkan sampai memohon kepada saya agar dibantu mengurusi masalah pembayarannya, karena beliau benar-benar ingin mendapatkan buku saya namun kesulitan melakukan transaksinya. Perbedaan negara membuat urusan bayar membayar menjadi agak sulit atau jika dipermudah akan terkena beban biaya transfer yang cukup besar (jauh lebih besar dibanding dengan harga buku itu sendiri). Dalam bahasanya beliau seolah mengatakan, “tell me! What am I suppose to do get your book cause I really need it. I’ll do anything for it. So, please help me!”
Saya percaya bahwa setiap kejadian ada hikmahnya, dan sesuatu yang menurut saya buruk belum tentu menurut Allah buruk. Pengalaman ini membuat saya belajar untuk bersabar karena setiap keberhasilan seringkali menuntut kesabaran seseorang seperti kisah penulis best seller yang saya ceritakan di awal tulisan ini. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi pembaca.
NB : Setelah masalah ini saya posting di milis penulis lepas, penulis best seller,dan penulis bacaan anak, pihak Agromedia segera menghubungi saya untuk mengklarifikasi kesalahan yang terjadi. Saya berterimakasih kepada bapak Samuel dari Agromedia yang menunjukkan itikad baik untuk menyelesaikan masalah ini. Dan saya juga mengucapkan terima kasih kepada pembaca buku saya atas kepercayaannya kepada saya, dan rekan-rekan sesama penulis yang berempati terhadap masalah saya. Semoga masalah ini cepat tertangani dengan baik.
Regards,
Diena Ulfaty
Penulis buku Inspiring Stories for Kids
Kisah – Kisah Teladan tentang Kepahlawanan, Kesabaran, Kejujuran, dan Cinta
http://dienaulfaty.wordpress.com




Wah mbak, makasih dah dishare ceritanya… penting banget untuk tahu ada aja tingkah2 aneh distributor…
Komentar oleh Vani Diana — April 23, 2009 @ 11:19 am
terimakasih telah berbagi pengalaman
Komentar oleh sulthanah — April 25, 2009 @ 11:34 am
Ya mbak Vani, namanya juga manusia biasa yang tidak bisa luput dari kesalahan. Yang menjadi poin penting adalah mereka mau memperbaiki kesalahannya tersebut. Bahkan stok buku saya terjual habis di Gramedia Bandung (dekat BIP).
Komentar oleh Diena — April 27, 2009 @ 11:48 pm
Sama-sama mbak Riya. Semoga bukunya sukses yah dan cepat memperoleh distributor yang cocok. Kalo Pak Bambang tidak segera merespon, coba hubungi Agromedia seperti yang saya sarankan. Insya Allah mereka tetap profesional kok meski pernah melakukan kesalahan. Soalnya, ngga semua distributor peduli jika ditegur dengan tulisan. Tapi alhamdulillah, Agromedia termasuk yang peduli dan segera memperbaiki kesalahannya.
Komentar oleh Diena — April 27, 2009 @ 11:54 pm