Coretanku

Desember 30, 2008

LOMBA MENULIS THE AMAZING MOMS

Diarsipkan di bawah: Info lomba — Diena @ 10:34 am

LOMBA MENULIS “THE AMAZING MOMS”

Ibu adalah lambang kelembutan, cinta dan kasih sayang. Betapa nyaman
dan tentram saat berada dekat dengan sosok mulia ini. Ketika
terbelenggu dalam kerasnya hari, ketika penat menyelimuti, ketika tak
ada lagi tempat berbagi, tanpa pamrih ibu menawarkan ribuan kasih. Ia
adalah gambaran nyata atas rahmat dan kasih sayangNya kepada kita semua.

Tuhan memang adil, Dia menitipkan rahim pada semua wanita terlepas itu
akan terisi atau tidak, wanita dengan atau tanpa menjadi ibu pun, pada
dasarnya memiliki rasa mengasihi, melindungi, mencintai. Itu sebabnya
kita sering menambahkan kata “ibu” pada setiap orang yang memang layak
dipanggil ibu, seperti: ibu mertua, ibu kos, ibu guru, ibu dosen, ibu
kepala sekolah, ibu direktur, tak terkecuali ibu tiri.

Untuk menghargai peran para ibu, kali ini sekolah kehidupan akan
mengadakan lomba yang bertajuk “There are a lot of amazing moms”.
sebuah lomba menulis dalam bentuk essay tentang peran ibu yang bukan
ibu kandung.

PERSYARATAN LOMBA

1. Peserta dari semua kalangan dan sudah terdaftar di milis
sekolah-kehidupan@ yahoogroups. com

2. Isi naskah sesuai dengan tema “The Amazing Moms” namun bukan dalam
artian ibu kandung, melainkan ibu-ibu non biologis yang sering kita
jumpai.

3. Tulisan berjumlah 6-10 halaman, kertas kwarto (A4), Font Times New
Roman 12, Spasi 2.

4. Peserta boleh mengirimkan maksimal 2 (dua) naskah.

5. Peserta lomba menyertakan identitas penulis: nama, alamat, email,
dan nomor telp/hp yang dapat dihubungi.

6. Naskah dikirimkan ke antologi.penerbitan @ gmail dot com dengan
menuliskan label [Moms], misalnya: [Moms] Bu Mus Inspirasiku, pada
subject email.

7. Naskah yang masuk menjadi hak panitia. Jika naskah diterbitkan,
maka setiap penulis yang naskahnya masuk akan mendapatkan satu bukti
terbit. Royalti dan honor yang didapatkan dari penerbitan buku
tersebut menjadi hak milik Komunitas Sekolah-Kehidupan. com dan akan
digunakan untuk mendanai kegiatan-kegiatan Komunitas
Sekolah-Kehidupan. com.

8. Juri dalam lomba ini adalah:

* Kurnia Efendi

* Rini Nurul Badariah

* Lia Octavia

BATAS PENGIRIMAN NASKAH
Naskah dapat dikirimkan mulai tanggal 20 Desember 2008 sampai dengan
tanggal 20 Februari 2009.

PENGUMUMAN PEMENANG
Pemenang lomba menulis “The Amazing Moms” akan diumumkan pada tanggal
15 Maret 2009.

HADIAH BAGI PARA PEMENANG
Pemenang I: Rp. 300.000,- + sertifikat + buku “Menggenggam Cahaya” +
paket sponsor
Pemenang II: Rp 200.000,- + sertifikat + buku “Menggenggam Cahaya” +
paket sponsor
Pemenang III: Rp 100.000,- + sertifikat + buku “Menggenggam Cahaya” +
paket
sponsor
3 Pemenang Harapan : sertifikat + paket sponsor

INFO LENGKAP HUBUNGI :
Tya –> listyarisanti @ yahoo dot com : 021 93360807
Endah –>endah.wida @ gmail dot com : 085221615514

Desember 26, 2008

GRATIS T-SHIRT, E-BOOK, DAN MUG CANTIK BAGI PEMBACA INSPIRING STORIES FOR KIDS

Diarsipkan di bawah: Info lomba — Diena @ 7:10 am

  1. Kamu akan tercengang membaca penjelasan nobelis Fisika terkenal sekaliber Richard Feynman yang menentang pendapat gurumu dan seluruh buku teks di sekolah. E-book yang rencananya akan dibukukan ini tidak serta merta bisa kamu peroleh without any efforts.

Desember 15, 2008

PENGUMUMAN PEMENANG BUKU GRATIS

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — Diena @ 11:05 am

PENGUMUMAN PEMENANG BUKU GRATIS, INSPIRING STORIES FOR KIDS!

Saya ucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada teman-teman yang telah sudi meluangkan waktunya untuk berkomentar di blog saya. Saya senang sekali mendapat tanggapan positif dari teman-teman mengenai buku yang saya tulis. Ingin rasanya saya memberikan buku Inspiring Stories for Kids. Kisah – Kisah Teladan tentang Kepahlawanan, Kesabaran, Kejujuran, dan Cinta kepada teman-teman semuanya secara gratis, sebagai sarana dakwah. Tapi berhubung stok buku yang ada di tangan saya terbatas, akhirnya saya harus menentukan komentator terbaik (menurut saya) yang berhak mendapatkan buku Inspiring Stories for Kids. Berikut ini nama-nama yang saya tetapkan sebagai pemenang buku gratis :

  1. Bapak Mustawa Elegant
  2. Ibu Indah I P di Kuala Lumpur
  3. Ibu Ellnovianty Ninedi di Jepang
  4. Kutu Buku Network

Bagi para pemenang mohon menghubungi saya via e-mail ke diena.ulfaty@gmail.com untuk memberitahukan alamat pengiriman buku. Jika dalam jangka waktu 2 minggu (dihitung dari tanggal 15 Desember) tidak ada pemberitahuan alamat dari pemenang, maka hadiah dianggap hangus. Bagi pemenang yang berada di luar negeri mohon menyertakan alamat domisili di Indonesia, kecuali jika bersedia menanggung biaya ongkos kirim buku.

Demikian dari saya.

Regards,

Diena Ulfaty

Penulis buku Inspiring Stories for Kids. Kisah-Kisah Teladan tentang Kepahlawanan, Kesabaran, Kejujuran, dan Cinta.

Buku Inspiring Stories for Kids sudah bisa diperoleh di TB. Gramedia, dll, atau bagi yang kesulitan ngedapetinnya bisa pesan langsung ke penulisnya, dengan menambah ongkos kirim buku.

KOMENTAR JK ROWLING MENGENAI FIKSI DAN NON FIKSI

Diarsipkan di bawah: Top Stories — Diena @ 10:46 am

KOMENTAR JK. ROWLING MENGENAI FIKSI DAN NON FIKSI

Oleh Diena Ulfaty

Pernahkah kamu bertanya, seberapa efektifkah kisah non fiksi dalam membentuk karakter anak dibanding fiksi?. Apakah kamu juga memiliki kecenderungan untuk membaca kisah-kisah non fiksi yang memiliki nilai-nilai inspiratif dibanding kisah fiksi dengan tema yang sama ?. Kenapa?

Pertanyaan itulah yang sering saya lontarkan kepada diri saya sendiri ketika berada di toko buku dengan uang saku mepet. Saya seringkali dihadapkan pada pilihan yang sulit ketika menemukan buku bagus yang berisi kisah inspiratif (non fiksi) dan fiksi (peraih pernghargaan tertentu). Saya tahu dua-duanya bagus tapi saya harus memilih satu di antara keduanya. Akhirnya setelah melewati pemikiran yang panjang, jatuhlah pilihan saya pada buku non fiksi.

Kenapa saya lebih memilih yang non fiksi? Karena pastinya kisah non fiksi menghadirkan tokoh yang memiliki karakter manusiawi (yang memiliki banyak ketidaksempurnaan seperti layaknya saya). Namun dengan keterbatasan itu dia mampu menyelesaikan masalah yang dinilai berat oleh rata-rata manusia. Berbeda dengan kisah fiksi, biasanya tokoh fiksi memiliki karakter yang hampir sempurna. Sebagai contohnya, saya selalu terkagum-kagum dengan karakter Sherlock Holmes yang menurut saya lebih hebat dari polisi atau detektif lain di dunia (karena di novelnya, Holmes seringkali menggambarkan kalau polisi atau detektif lain itu kelihatan bodoh atau kurang cermat dalam membuat deduksi, yang membuat saya yakin bahwa mungkin saja rata-rata polisi seperti itu, hehe). Dan tentu saja, sulit untuk meniru karakternya yang nyaris sempurna itu. Perasaan skeptis bahwa saya tidak mungkin bisa menirunya (dan memang saya tidak akan menirunya), dan berbagai alasan seperti alur cerita yang sudah diplot sedemikian rupa oleh penulisnya, membuat saya skeptis kalau memang ada tokoh seperti dia di dunia ini. Saya lebih terinspirasi oleh tokoh Sheila yang bisa keluar dari masalahnya yang berat, atau Ellisabeth Gilbert yang mampu mengalahkan depresinya. Karena saya pikir, kalau mereka bisa, saya atau pembaca lain juga pasti bisa. Semangat itu muncul karena saya tahu mereka hanyalah manusia biasa yang memiliki banyak ketidaksempurnaan, tetapi mereka bisa mengatasi persoalan yang dianggap oleh rata-rata manusia sebagai masalah berat. Mereka bisa melewati takdir hidup yang ditetapkan Tuhan, bukan plot cerita yang dibuat oleh mereka sendiri. Itulah yang membuat saya salut pada mereka dan ingin mengetahui pengalaman dan cara mereka mengatasi masalahnya.

Saya benar-benar tidak menyangka kalau JK Rowling, penulis Harry Potter ternyata memiliki pandangan yang sama dengan saya. Dalam sebuah wawancara dengan situs yang berbasis di Amerika – accio-quote.org, Rowling menyebutkan kalau kisah non fiksi lebih efektif dijadikan inspirasi dibanding kisah fiksi. Meskipun begitu Rowling tetap memilih jalur menulis fiksi. Karena dengan menulis fiksi dia bisa bebas menggunakan imajinasinya. Menurut Rowling, cerita fiksi bisa lebih memberi kesan yang susah dilupakan dibanding non fiksi. Sebagai contohnya, tokoh superman lebih popular dibanding Albert Einstein?. Tak banyak anak atau bahkan orang dewasa yang tahu kisah hidup Einstein meski namanya tercatat sebagai orang genius pencipta formula bom atom, tapi siapa yang tak kenal superman?. Superman begitu berkesan dan popular karena memiliki sifat-sifat hebat yang tak dimiliki manusia umumnya, seperti bisa terbang, dll. Anak-anak begitu mengidolakannya. Tapi sayang dari sisi moral kisah superman tidak dapat menginspirasi anak-anak untuk bertingkah laku baik, sebaliknya mereka malah menyukai atau meniru adegan kekerasan yang ada dalam film itu, untuk menunjukkan kehebatan atau “kejantanan”nya di depan anak-anak lain.

Seperti halnya kisah Harry Potter yang menurut kabarnya memicu aksi bunuh diri seorang anak di Jepang, dan efek negative lain yang tidak pernah diduga oleh penulisnya. Kisah-kisah fiktif lain juga seringkali memiliki efek negatif dan positif. Seperti halnya Rowling yang sejak awal menulis bukan untuk memberi inspirasi anak-anak supaya bisa seperti Harry Potter. Atau mempengaruhi mereka supaya menyukai Harry Potter. “Jika kemudian anak-anak mengidolakan Harry, aku senang,” kata Rowling, “aku juga menyukai Harry, karena karakternya sangat menyenangkan. Tetapi terlepas dari semua itu, aku menciptakan tokoh Harry bukan untuk memberi teladan kepada anak-anak. Aku hanya menulisnya kemudian anak-anak suka.”

Sama seperti Rowling, tahun 2003 ketika saya menulis novel fiksi ilmiah berjudul Bukan Jules Verne yang menjadi finalis lomba novel tingkat nasional yang diadakan oleh Dewan Kesenian Jakarta 2003. Saya sama sekali tidak memikirkan efek samping dari cerita yang saya buat. Atau menjadikan tokoh Thales yang jenius dikagumi oleh pembaca. Saya hanya menulis karakter yang saya suka dan saya kenal, dan saya senang ketika pembaca menyukai Thales.

Namun meskipun begitu, saya berhenti menulis fiksi dan memilih jalur penulisan non fiksi. Memang dari segi tantangan, menulis fiksi jauh lebih menantang dibanding non fiksi. Tapi dari sisi idealisme saya lebih nyaman menulis non fiksi. Setelah berhenti menulis cerita selama 7 tahun, saya akhirnya memutuskan untuk menulis kisah non fiksi yang berjudul Inspiring Stories for Kids dengan harapan supaya anak-anak mengenal tokoh-tokoh mengagumkan yang nama-namanya tercatat dalam sejarah, dan meneldani sifat-sifat baik mereka. Pun karena saya sependapat dengan Rowling kalau kisah non fiksi lebih efektif untuk dijadikan sumber inspirasi dibanding cerita fiksi.

Nah kalau JK. Rowling dan saya merasa yakin dengan keefektifan kisah non fiksi dalam merubah karakter anak (menginspirasi anak supaya meneladani sifat-sifat sang tokoh). Bagaimana dengan kamu?.

Diena Ulfaty

Penulis Inspiring Stories for Kids. Kisah-Kisah Teladan tentang Kepahlawanan, Kesabaran, Kejujuran, dan Cinta. Buku dapat diperoleh di TB Gramedia, dll, juga bisa pesan langsung ke penulisnya

Blog pada WordPress.com.