Coretanku

November 21, 2008

BUKU KUMPULAN KISAH INSPIRATIF DI TENGAH KRISIS MORAL (mau? Baca ketentuannya yah)

Diarsipkan di bawah: Top Stories — Diena @ 7:32 am

Inspiring Stories for Kids

Bismillaahirrohmaanniroohiim,

BUKU KUMPULAN KISAH NON FIKSI TERBAIK SEPANJANG MASSA

(terbit akhir Nopember 2008, GET IT NOW, AND GET INSPIRED!!)

Seri Cerita Anak Muslim

Oleh Diena Ulfaty

Adakah buku anak yang meng”kritisi” masalah pornografi sampai korupsi?. Jawabnya ada. Berbeda dari kebanyakan buku anak, buku Inspiring Stories for Kids. Kisah-Kisah Teladan tentang Kepahlawanan, Kesabaran, Kejujuran, dan Cinta, cukup bisa dibilang kritis meski dari 20 kisah yang terkumpul dalam buku tersebut, ada beberapa yang terkesan terlalu pendek. Meskipun begitu cerita tetap enak untuk dinikmati. Tak hanya itu dengan balutan gaya bahasa yang sangat sederhana dan ringan, beberapa cerita yang nampak kritis pun bisa dipahami oleh anak usia 10 tahun. Simak saja beberapa penggalan cerita yang diambil dari salah satu kisah dalam buku Inspiring Stories for Kids yang berjudul Kisah Lelaki yang Dipingit.

Setelah waktu berjalan cukup lama aku mengetahui kalau uskup yang kukenal itu bukanlah orang baik. Perilakunya sungguh menjijikkan. Dia memerintahkan orang-orang untuk bersedekah tetapi hasil sedekah yang terkumpul ia simpan untuk dirinya sendiri. Sungguh berbisa sekali mulut sang uskup sehingga dia berani menipu rakyat dengan kebohongan yang menyedihkan. Jadi, bukan salahku jika aku sangat membencinya.

Tak lama berselang, uskup itu tiba-tiba mati. Kematiannya merupakan misteri bagi semua orang. Acara penguburannya diramaikan oleh orang-orang yang mengelu-elukannya tanpa tahu kebusukannya selama ini. Mereka berduyun-duyun menghormati mayatnya dan menyesali kepergiannya. Tapi aku akan segera mengakhiri sandiwara ini supaya kejahatan sang uskup terungkap.

“Aku tahu rahasia yang disimpan oleh uskup ini semasa hidupnya,” kataku pada orang-orang itu. “Sesungguhnya orang ini adalah orang yang jelek. Dia memerintahkan kalian untuk bersedekah tetapi ternyata dia tidak memberikan sedekah kalian itu kepada orang miskin. Dia menyimpannya untuk kepentingannya sendiri.”

“Apa buktinya kau mengatakan itu?,” tanya mereka.

Akhirnya kejahatan si uskup benar-benar terbongkar, bahkan pada akhirnya orang-orang enggan menguburkan mayatnya. Mereka malah melempari mayat sang uskup dengan batu dan membiarkannya tergeletak di tanah. Sungguh pemandangan yang menyedihkan. Itulah salah satu gambaran tentang kejahatan orang yang sangat dipercaya di masyarakat tetapi menyalahgunakan kepercayaan itu untuk menipu orang. Sungguh merupakan fenomena yang sangat sering kita jumpai di tengah masyarakat ini. Pesan dari kisah ini, bahwa dalam mencari kebenaran kita harus mengetahui siapa-siapa yang berhak untuk dipercaya. Pesan ini sangat penting untuk membentengi anak-anak agar tidak mudah percaya kepada orang-orang bergelar ustadz atau pemuka agama, dan mengkritisi ajaran mereka sebelum mengikutinya. Siapa tahu mereka adalan pentolan teroris, koruptor, dll?

Mungkin anak-anak tidak paham apa itu korupsi, tapi setidaknya mereka tahu seperti apakah tindakan yang bisa menyebabkan orang melakukan korupsi. Mungkin mereka juga tidak tahu kalau korupsi bisa berawal dari “niatan baik” yaitu meminjam barang (uang) milik rakyat dalam periode tertentu untuk modal usaha, dan segera mengembalikannya jika usaha tersebut sukses. Nah jika usaha gagal otomatis orang tersebut tidak akan mampu mengembalikannya. Beberapa pengusaha atau pemimpin negara yang dituduh korupsi dan mendekam di penjara melakukan korupsi karena kasus seperti ini.

Dalam kisah yang berjudul Kalung Mutiara di Baitul Mal, mengisahkan seorang pemimpin yang bernama Ali yang memarahi putrinya ketika meminjam kalung mutiara di baitul mal. Sang putri merasa berhak memakainya karena dia adalah anak orang nomor satu di negerinya. Namun tingkah lakunya mendatangkan kemarahan sang ayah meski niatan awalnya meminjam, tetapi Ali tetap tidak setuju jika harta rakyat yang tersimpan di baitul mal digunakan macam-macam. Bahkan dia menghukum putrinya sendiri akibat kesalahannya itu. Berikut penggalannya.

Di sebuah negeri yang aman sentosa, ada sebuah baitul mal tempat menyimpan barang-barang berharga milik rakyat. Di antara barang-barang yang tersimpan di sana, ada seuntai kalung mutiara yang indah. Suatu hari, putri Ali bin Abi Thalib mendatangi penjaga baitul mal untuk meminjam kalung mutiara. Sang penjaga pun memberikannya dengan ringan tangan. Bagaimana pun ia tidak sanggup menolak permintaan putri sang pemimpin negerinya.

Sang Putri senang karena permintaannya diloloskan. Namun saat bertemu dengan ayahnya, sesuatu pun terjadi. “Darimana kau dapatkan kalung itu?,” tanya sang ayah ketika mendapati kalung mutiara di leher putrinya.

“Aku meminjamnya dari penjaga baitul mal dan akan mengembalikannya dalam waktu tiga hari. Aku ingin memakainya untuk berhias di hari Idul Adha.”

Seketika itu juga, Ali segera mengutus seseorang untuk memanggil penjaga baitul mal. Setelah sang penjaga berada di hadapannya, ia memarahinya. Bagaimana pun barang-barang yang ada di baitul mal adalah milik rakyat dan tidak boleh digunakan sembarangan oleh orang lain.

“Sesungguhnya yang meminjam kalung itu adalah putrimu,” kata sang penjaga, “dia hanya sekedar meminjam dan akan mengembalikannya dalam keadaan utuh.”

Bercermin dari kisah di atas, ternyata banyak juga orang yang kurang amanah terhadap harta rakyat, mungkin kita salah satunya. Dengan menggunakan istilah meminjam, orang-orang ini telah bertindak ceroboh terhadap harta rakyat kecil. Inilah pesan penting yang diperuntukkan para pejabat supaya berhati-hati dengan barang milik rakyat, karena sikap meremehkan seperti ini bisa mendatangkan benih-benih kejahatan (seperti korupsi misalnya). Masih banyak kisah seru lainnya yang tak kalah menarik. Bahkan ada juga kisah pezina yang sangat jujur yang minta dirajam karena takut dosanya tidak diampuni. Sebuah kisah langka di massa sekarang, ketika masyarakat dilanda krisis moral. Banyak wanita yang kehilangan nuraninya sehingga berani melakukan pembunuhan terhadap anak hasil perzinaan. Padahal dengan tobat yang benar, bisa menjadikan orang tersebut masuk surga.

Kisah yang berjudul Gubernur yang Miskin juga tak kalah menariknya. Kisah tersebut bercerita tentang seorang gubernur yang sangat miskin sampai-sampai hanya punya satu pakaian saja. Berbeda dari gubernur jaman sekarang yang berlomba-lomba mengejar kekayaan, tokoh utama dalam cerita tersebut menolak uang seribu dinar yang diberikan oleh pimpinan negerinya. Dia lebih memilih hidup miskin seperti rakyat biasa dengan kondisi yang sangat memprihatinkan. Bahkan gara-gara saking miskinnya, sang gubernur beberapa kali kelaparan karena tidak punya sesuatu pun untuk dimakan. Benar-benar cerita yang mengharukan.Ada sekitar 20 kisah inspiratif yang layak dijadikan teladan. Siapapun yang membacanya akan terinspirasi untuk meneladani sifat-sifat baik yang dimiliki oleh tokoh-tokoh hebat yang nama-namanya tercantum dalam sejarah. Apalagi ada 20 ilustrasi full color yang menambah cerita makin hidup dan seru aja. Bahkan buku yang rencananya terbit akhir Nopember ini menuai banyak pujian, mulai dari kalangan akademisi, anak-anak, sampai penulis buku.

“Saya kira tidak hanya anak-anak saja yang perlu membaca buku ini, bahkan ibu-ibu sangat dianjurkan untuk membacanya. Banyak sekali kisah inspiratif yang meneguhkan iman. Saya berinisiatif membacakan seluruh kisah ini kepada anak-anak TPA setelah bukunya terbit nanti. Makanya momen terbitnya buku ini sangat saya tunggu-tunggu,” kata Ibu Siti Rahmah Umniyati, pakar parasitologi UGM yang menjadi dosen Pasca Sarjana Fakultas Kedokteran Umum Universitas Gajah Mada Jogjakarta.

“Saya mau belajar dari mbak Diena (penulis Inspiring Stories for KIds) tentang cara menulis kisah sehingga enak dibaca. Top banget deh,” ujar Dafindra Al Ghifari, bos kecil Astro.

Buku seperti ini sangat jarang ada di toko buku. Padahal anak-anak sangat membutuhkannya. Saya kira, sang penulis perlu menerbitkan kisah-kisah seperti ini yang lebih tebal lagi. Benar-benar inspiratif,” kata Ir. M. Syakir, M.Si, pendiri Malaysian Institute of Technology

Pujian juga datang dari seorang penulis buku The Kufr of Magic and The Evil of Harry Potter - Abu Hamzah Yusuf Al-Atsary, seorang murid ahli hadits Yaman.

Buku ini memang inspiratif. Sarat akan pendidikan akhlak. Sangat layak untuk dijadikan teladan. Hebatnya lagi, seluruh kisahnya bersumber dari hadits-hadits shohih. Gaya bahasannya sangat mudah dimengerti anak-anak. Membaca buku ini akan membuat mereka seolah-olah sedang menyaksikan sendiri kejadian-kejadian di masa lalu dan merasakan berbagai pengalaman hidup yang dilalui Rasulullah, para sahabatnya, dan tokoh-tokoh mengagumkan lainnya yang nama-namanya tercatat dalam sejarah, ” katanya.

Nah buat teman-teman yang udah baca buku Inspiring Stories for Kids. Kisah-Kisah Teladan tentang Kepahlawanan, Kesabaran, Kejujuran, dan Cinta, ada 10 souvenir keren yang menantimu. Info selengkapnya bisa dibaca pada halaman GRATIS T-Shirt, E-BOOK, dan Mug Cantik bagi Pembaca Inspiring Stories for Kids di blog ini.

Spesifikasi buku :

Judul : Inspiring Stories for Kids. Kisah-Kisah Teladan tentang Kepahlawanan, Kesabaran, Kejujuran, dan Cinta.

Penulis : Diena Ulfaty

Penerbit : Nano Publishing

ISBN :978-979-18601-0-9

Size : 19 x 23,5 cm

Jumlah Halaman : 82 (disertai ILUSTRASI full color)

Harga : Rp. 32.900,-

Tanggal terbit : akhir Nopember 2008 (telah terbit)

Buku juga bisa diperoleh di TB. Gramedia, TB. Gunung Agung, dll. Bagi yang kesulitan ngedapetin bukunya, bisa juga pesan langsung ke penulisnya dengan menambahkan ongkos kirim. Pemesanan bisa via e-mail ke diena.ulfaty@gmail.com dengan subyek Pesan Buku Inspiring Stories for Kids. Oya ada bagi-bagi souvenir lho bagi pembaca setia Inspiring Stories for Kids. Ada 10 souvenir keren menantimu, baca selengkapnya di halaman belakang buku Inspiring Stories for Kids

Salam,

Diena Ulfaty

Penulis Inspiring Stories for Kids. Kisah-Kisah Teladan tentang Kepahlawanan, Kesabaran, Kejujuran, dan Cinta

http://dienaulfaty.wordpress.com

ilustrasi-warna1
Ilustrasi berwarna


& Komentar »

  1. Senang sekali rasanya ada buku yang menginspirasi, bahkan menanamkan nilai-nilai moral kepada anak-anak dengan cara bercerita kisah-kisah nyata yang patut dijadikan teladan bagi anak. Tidak dengan cara menggurui maupun mendoktrin. Ini merupakan metode yang brilian!

    Komentar oleh Kartika Pemilia Lestari — November 22, 2008 @ 6:09 am

  2. tiap malam bidadari-bidadari mungil kami selalu minta dibacakan cerita. kalau buku2 sudah habis, mama dan papanya jadi ngarang apa saja, berharap sambil cerita bisa memasukkan pesan moral yang sederhana tapi nyangkut sampai besar kelak. apalagi mereka mulai ingint ahu segal hal termasuk soal keislaman meski baru yang simpel2 aja. jadi setiap akhir pekan adalah momen paling asik buat kami jalan-jalan ke toko buku di kuala lumpur dan sekitarnya dan nongkrong sampai ngantuk sambil duduk bersila di lantainya sambil membaca, selain beli buku kalau kantong lagi ok, juga nyari inspirasi dongeng sebelum tidur. kalau dapat buku gratis dari mbak diena, wah ini hadiah luar biasa karena para bidadari baru aja ultah ke-3 awal bulan ini ;-) dan asiknya itu buku berbahasa Indonesia kan..jadi lebih mudah dipahami.

    Komentar oleh indah ip — November 22, 2008 @ 8:21 am

  3. I really need the Inspiring stories for Kids coz:
    first: I’ve got 4 children–one of them is nearly teenager. I think the book will be helpful for him and later his youner brothers and sister.
    Second: Im trying to write a parenting book myself, so yours may inspire me too.
    Third: The cover is very attractive, that children will love it at once.

    So….a copy for me, right.. :)

    Komentar oleh Anna Farida — November 22, 2008 @ 9:13 am

  4. Ketika dongeng begitu diminati banyak anak-anak, maka ini bukanlah cerita di negeri dongeng. Kisah nyata seperti itu harus ditanamkan kepada anak. Jangan sampai sebuah kebenaran, keikhlasan, pengorbanan asing di mata anak-anak.
    Semoga saja bermanfaat…

    Komentar oleh Aan — November 22, 2008 @ 4:06 pm

  5. Inspiring Stories for Kids? wah ini yang saya tunggu-tunggu. bagaimana saya bisa memberikan sesuatu yang terbaik untuk anak saya.

    Komentar oleh sunarno sahlan — November 22, 2008 @ 4:07 pm

  6. Salam kenal ya Mbak Diena. Kami sekeluarga tinggal di kota Sapporo, Pulau Hokkaido-Jepang.
    Putri sulung kami akan berusia 2 tahun pada bulan Desember tahun ini. Sejak usia tiga bulan dia sudah kami perkenalkan dengan buku, dan masih berlangsung hingga sekarang.

    Jumlah koleksi buku anak-anak berbahasa Indonesia kami masih sangat minim. Saat ini kami tengah mencari informasi buku bacaan anak yang bermanfaat, dan saya menemukan informasi tentang buku yang mbak Diena tulis.

    Saya tertarik untuk mengunjungi situs ini dan melihat lebih dalam tentang dunia mbak, karena membaca resensi buku ini di milis penulis-bacaan-anak.

    Begitu banyak yang memberikan komentar bagus tentang isi buku ini, jadi saya pikir buku ini perlu kami miliki. Selain karena saya adalah seorang ibu rumah tangga yang berfungsi sebagai ummu madrasah untuk anak-anak, saya berharap buku ini bisa menjadi jendela ilmu bagi kami sekeluarga. Insha Allah.

    Komentar oleh Ellnovianty Nine — November 22, 2008 @ 5:05 pm

  7. Mbak Diena…maaf, alamat website yang saya posting keliatannya salah, yang benar adalah yang ini.

    Komentar oleh Ellnovianty Nine — November 22, 2008 @ 5:09 pm

  8. saya pikir mengubah dunia menjadi lebih baik salah satunya adalah memberikan kontribusi positif bagi perkembangan anak yang bisa menumbuh kembangkan sikap-sikap moral yang dipegang oleh bangsa dan agama kita. Yakni salah satunya melalui bacaan-bacaan yang bermutu dan berkualitas baik dari segi layout maupun tatabahasa serta pesan di dalamnya

    Komentar oleh entin supriatin — November 23, 2008 @ 12:10 pm

  9. buku yang bagus banget,
    bisa untuk penawar acun sinetron nih.
    Mbak Ulfa, nanti diterbitkan siapa bukunya?
    boleh saya ikut mendekatkannya ke pembaca? ( ikut jualan maksudnya — :-) )

    Komentar oleh taro — November 24, 2008 @ 10:58 am

  10. kami membutuhkan buku tersebut untuk di teruskan ke anak anak di Taman Bacaan Anak di beberapa tempat … berharap bisa dapet lebih dari 1 copy … terima kasih

    Komentar oleh Kutubuku Network — November 24, 2008 @ 11:01 am

  11. Untuk mengubah watak seorang anak seringkali teramat sulit apalagi jika mereka sudah beranjak dewasa. Namun, sering kita tidak sadari bahwa cerita atau kisah yang kita perdengarkan kepada anak-anak secara intensif dapat mengubah wataknya. Ini yang seringkali dilupakan oleh orang tua atau para pendidik. Oleh karena itu, sebagai orang tua sekaligus juga pendidik, saya merasa amat membutuhkan buku Inspiring Stories for Kids. Buku tersebut dapat saya jadikan bacaan dan inspirasi dalam mendidik anak-anak dan peserta didik saya agar mereka memiliki watak dan perilaku yang baik sehingga mereka dapat menjadi “mutiara” bagi keluarga dan masyarakatnya.

    Komentar oleh Mustawa Elegant — November 24, 2008 @ 1:11 pm

  12. kayanya bukan cuma anak2 yg butuh inspiring stories de mba…
    soalnya sekarang orang2 dewasa juga mulai lupa apa itu jujur, sabar dsb hehehe…

    Komentar oleh dee — November 24, 2008 @ 3:15 pm

  13. assalamu’alaikum.
    Kasih kritik boleh dong… Sekelumit aku baca pada kutipan ‘Kisah Lelaki yang Dipingit’ ada persoalan yang kontradiksi dengan ajaran etika orang hidup terhadap orang yang sudah meninggal. Niat untuk mengungkap sisi negatif si tokoh (Uskup) perlu didukung sebagai penerapan budaya ‘KPK-isme’… disayangkan, mengapa dilakukan setelah Uskup meninggal dunia? Bukankah hal itu akan menjadi sebuah fitnah kubur? sedangkan dalam shalat jenazah kita mendoakan agar jenazah itu diampuni dosa-dosanya khan? Mengingat buku ini dipangsakan buat anak-anak loh…. barangkali persepsiku yang sempit, makanya aku pengin dapat buku Anda biar apa yang aku duga ternyata keliru…. terkadang sebagai orang yang sudah tua sekalipun harus baca cerita anak loh…. karena dari situ kita bisa mengurai jalan indah masa yang terlipat dalam kealpaan… wassalam

    Komentar oleh hamidin krazan — November 25, 2008 @ 7:10 am

  14. Saya butuh untuk panduan mendidik anak agar menjadi bagian solusi tantangan yang sedang dihadapi bangsa ini

    Komentar oleh Cece — November 25, 2008 @ 11:16 am

  15. Alaykumussalam warohmatullahi wa barrokatuh
    Terima kasih bung Hamidin atas kritiknya. Yah, karena penggalannya nggak lengkap sehingga persepsinya bisa salah. Nah kalau saya ceritakan di sini kenapa tokoh utama (aku) baru mengungkapnya setelah sang uskup meninggal tentunya ceritanya jadi kurang seru dong :-) , mendingan baca aja bukunya secara lengkap. Siapa tahu tokoh aku waktu belum masuk Islam sehingga tidak tahu nilai-nilai yang harus dipegang ketika menghadapi sang mayat. Sedikit bocoran tokoh aku tidak ikut melempari mayat sang uskup dengan batu lho

    Komentar oleh Diena — November 25, 2008 @ 12:28 pm

  16. Cerita anak adalah dunia antah berantah yang banyak sekali para pemainnya. Alangkah indah jika ada beberapa pemain yang jalurnya benar, yaitu bersumber dari Islam. Salam kenal dari sesama penulis yang berharap dunia anak2 kita adalah dunia yang kita angan-angankan. Amiiin.

    Komentar oleh Bang Aswi — November 26, 2008 @ 1:58 pm

  17. Mbak, ispirasi itu bisa juga buat mengajarkan anak-anak muridku di SMP, kebetulan aku guru SMP di daerah Jakarta yang anak-anaknya malas untuk menuls karena mereka miskin bacaan maklum orangtua mereka rata-rata tidak bersekolah kebanyakan nelayan dan buruh pabrik . Selama ini aku kesulitan untuk mengajak anak-anak muridku untuk membaca, menulis dan menggali inspirasinya. kata mereka “inspirasi itu sulit dicari Bunda”. aku sudah hampir putus asa kalau sudah mengajarkan menulis. MUdah-mudahan buku Mbak dapat membuka mata hati anak-anak tercintaku untuk mengali inspirasinya. Sehingga tidak ada lagi siswaku yang malas menulis.Terima kasih atas buku yang ingin memberi isnpirasi.

    Salam ,
    Seni Asiati

    Komentar oleh Seni Asiati — Desember 2, 2008 @ 8:17 am

  18. Salam kenal. Kebetulan saya juga penulis buku anak. Senang punya rekan sesama profesi

    Komentar oleh Koen — Desember 15, 2008 @ 11:55 am

  19. Saya ucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada teman-teman sekalian yang telah sudi meluangkan waktu luangnya untuk berkomentar di sini. Salam kenal bang Aswi, bang Koen, senang rasanya bisa kenal dengan rekan seprofesi :-)

    Komentar oleh Diena — Desember 18, 2008 @ 12:18 pm

  20. Assalamu’alayk
    teh diena, saya bikin copy resensinya ke blog saya yah. barakallahufiyk. lama ga jumpa…

    Komentar oleh kokoro — Desember 20, 2008 @ 4:53 pm

  21. Alaykumussalam
    Iya lama gakjumpa. Ya tentu saja boleh copy review di blog ini, thanks alot ya. BTW, blognya full materi akademik. Salam buat temen-temen lain kalo ketemu yah. Dah lama sekali euy nggak ke LIPI.

    Komentar oleh Diena — Desember 24, 2008 @ 3:15 pm

  22. ya insyaAllah disampaiin (kalo ga lupa hehe). salam u si kecil dari ammah ginkgo..

    Komentar oleh ginkgo7 — Desember 31, 2008 @ 1:43 pm

  23. kenapa bukunya diterbitkan bukan penerbit salafy?siapa editornya?

    Komentar oleh arie — Januari 30, 2009 @ 11:36 pm

  24. karena penerbit salafy tdk kuat mendanai biaya cetaknya,dan tdk mampu mendistribusikan bukunya ke seluruh gramedia. perlu diketahui,semua aktivitas penerbitan buku sy diketahui oleh ust abu hamzah,dan beliau ga keberatan karena isi dijamin ga berubah (sesuai dg keinginan ust abu hamzah), dan beliau udah menerima 1 eks buku dr sy,dan tdk mberikan kritik apapun thdnya. beliau malah memujinya loh.

    Komentar oleh Diena — Februari 5, 2009 @ 1:35 am

  25. Buku yang sangat bagus untuk dibacakan sebelum tidur kepada anak2… Mudah2an kalau saya ke Jawa nanti saya bisa beli untuk anak saya, karena di Mtr sepertinya belum ada.

    Komentar oleh Lalu Ari — Agustus 14, 2009 @ 2:26 pm

  26. Terima kasih tanggapannya. Di beberapa toko buku Gramedia di P. Jawa buku saya habis terjual. Kalau kesulitan mendapatkannya, bisa pesan langsung ke saya dengan mengirimkan e-mail ke diena.ulfaty@gmail.com

    Komentar oleh Diena — Agustus 14, 2009 @ 10:28 pm


RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik

Tinggalkan komentar

Blog pada WordPress.com.