Coretanku

Juli 24, 2008

LOMBA MENULIS OPINI UNTUK GURU 2008

Diarsipkan di bawah: Info lomba — Diena @ 6:38 am

LOMBA OPINI UNTUK PARA GURU
Learn How to Learn to “Be An Absolute GENIUS!”
http://elexmedia. multiply. com/calendar/ item/10102/ LOMBA_OPINI_ UNTUK_PARA_ GURU

Total Nilai hadiah lebih dari Rp. 10.000.000,- dan hadiah utama 1 unit
Printer XEROX!
Untuk 3 opini terbaik akan dipublikasikan dalam media (dengan konfirmasi)

Kirimkan opini anda tentang Metode Belajar yang dibahas dalam buku
Be An Absolute GENIUS! Panduan Praktis Learn How to Learn Sesuai Cara Kerja
Alami Otak

Ketentuan :
Jumlah karakter min. 1.500 karakter, maks. 3.000 karakter ( tidak termasuk
spasi )

Isi Opini :
- Manfaat materi buku, alasannya apa?
- Kemudahan Aplikasi
- Harapan dari adanya panduan cara belajar.

Kirimkan opini beserta data diri anda kepada :
Yuna
PROMOSI PT. ELEX MEDIA KOMPUTINDO
Ged. Kompas Gramedia Lt. 6
Jl. Palmerah Selatan 22-28
Jakarta 10270

BATAS PENERIMAAN : 30 AGUSTUS 2008

Info :
juna@elexmedia. co.id

P Please consider the environment before printing.
———— ——— ——— ——— –
Web : http://www.elexmedi a.co.id/forum/
Blog :
http://elexmedia. multiply. com/
http://elexkids. multiply. com/
Milis : http://groups. yahoo.com/ group/komik- elex/

PT. Elex Media Komputindo
KOMPAS GRAMEDIA Bld. 6th Fl.
Jl. Palmerah Selatan no. 22-28
Jakarta 10270

Juli 19, 2008

OPRAH COLLAPSE

Diarsipkan di bawah: Top Stories — Diena @ 6:18 am

Akhir Mei, setelah menyelesaikan acara Oprah Winfrey Show yang ke-21 Oprah tiba-tiba mengalami gangguan kesehatan. Setelah mengakhiri perjalanannya ke Afrika dia merasakan tubuhnya begitu lemah. Dia mengalami kelelahan luar biasa yang membuatnya susah bangun —sebuah keadaan yang tidak pernah dia alami sebelumnya. Hal itu yang memaksa Oprah untuk pergi menemui beberapa dokter. Bayangkan kalau saja sesuatu yang serius menimpanya mungkin acara spektakuler dan sangat heboh itu akan segera berakhir. Dan tentu saja banyak pihak yang akan merasa kehilangan, begitu juga Oprah sendiri yang menurut pengakuannya sangat mencintai pekerjaannya.

Oprah tentu saja menjadi agak panik, namun kepanikan itu segera mereda saat dokter memberitahunya kalau ada gangguan pada tiroidnya yang disebabkan oleh masa menopouse.

Setelah diagnosa itu Oprah menjadi begitu tertarik membaca buku The Wisdom of Menopouse karangan Dr. Christiane Northrup. Dia selalu menyimpan buku itu di sebuah tempat di dekat ranjangnya. “Setelah membaca buku itu aku menyadari kalau aku tidak sendirian,” katanya. “Ada sekitar 25% dari wanita yang mengalami menopause akan menderita gangguan tiroid seperti yang kualami. Dan sayangnya banyak sekali di antara wanita yang tidak tahu ketika hal itu terjadi padanya.”

Itulah sebabnya Oprah ingin menceritakan pengalamannya itu di majalah O (Majalah Oprah) bulan Oktober 2007. “Aku ingin semua wanita memahami hal ini dan peduli. Aku harap mereka bisa mengenali gejalanya kemudian memeriksakannya ke dokter. Terutama wanita yang berada pada masa menopause, karena hal ini sangat penting supaya mereka tidak ketakutan atau stres.”

Namun ternyata gangguan tiroid yang dialami Oprah tidak selalu menimpa semua wanita menopause. Ada banyak gangguan yang lain dengan gelaja yang berbeda-beda. Ada yang tubuhnya selalu mengeluarkan banyak keringat di malam hari. Ada juga yang jantungnya berdebar-debar setiap saat. Tapi yang jelas, semua wanita yang mengalami masa menopause akan mengalami masalah kesehatan.

“Kesehatan Anda sangat bergantung pada kesehatan pikiran, perasaan, dan jiwa. Dan gejala yang Anda tunjukkan sebenarnya merupakan representasi dari apa yang Anda pikirkan,” kata Dr. Northrop. “Anda adalah budak diri Anda sendiri karena ketika Anda melakukan sesuatu yang berlebihan, yang membuat kesehatan Anda menurun maka tubuh Anda akan memberikan tanda atau peringatan — ‘Hei, kamu telah meletakkan sesuatu terlalu banyak di dalam “karpet” emosi, nutrisi, dan tidak pernah olahraga. Kamu begitu mementingkan orang lain daripada kesehatanmu.’ Lalu jiwamu akan protes, ‘Bagaimana denganku?. Bagaimana denganku?. Kamu tak pernah pedulikanku.’ Lalu tiba-tiba tubuhmu akan menunjukkan gejala yang membuat kepalamu sakit dan susah tidur.”

Buku The Wisdom of Menopause telah membuat Oprah sadar tentang suatu hal. “Aku teringat dengan sebuah kalimat yang pernah kubaca di Bibel,” katanya. “Ketika aku masih kecil aku berbicara seperti layaknya anak kecil. Dan ketika aku dewasa atau menjadi tua, aku buang semua hal yang bersifat kekanak-kanakan.”

“Ya,” kata Dr. Northrop. “Dan kabar baiknya adalah ketika usia Anda mencapai 35 dan menuju ke 40 tahun, Anda akan memiliki struktur ego yang cukup kuat yang akan mencerminkan siapa diri Anda. Anda akan memiliki kemampuan atau ketrampilan untuk menghadapi hidup”

Wah jadi ingat kisah tanteku yang mengalami pendarahan (seperti haid) terus menerus saat menginjak usia 40 tahun ke atas. Tante mengira kalau terkena kanker rahim (yang juga diindikasikan dengan pendarahan) atau penyakit serius lainnya. Tapi ternyata gejala menopause. Yah, jadi lega deh. Semoga informasi ini bermanfaat buat kamu yang belum / sudah menopause.

————————————————————————–

Sumber : Oprah Show

Ditulis oleh Diena Ulfaty

Penulis buku Inspiring Stories for Kids. Kisah-Kisah Teladan tentang Kepahlawanan, Kesabaran, Kejujuran, dan Cinta. Tunggu tanggal terbitnya yah!

Don’t forget to visit my blog, Ok??. See ya….

Regards,

Diena Ulfaty

http://dienaulfaty.wordpress.com

Juli 13, 2008

LOMBA MENULIS CERPEN REMAJA (LMCR-2008)

Diarsipkan di bawah: Info lomba — Diena @ 5:54 am

LOMBA MENULIS CERPEN REMAJA (LMCR-2008)

PT ROHTO-MENTHOLATUM
Kembali menyelenggarakan
LOMBA MENULIS CERPEN REMAJA (LMCR-2008)
Memperebutkan
LIP ICE-SELSUN GOLDEN AWARD
Berhadiah Total Rp 80 Juta

• Peserta: Pelajar SLTP, SLTA dan Mahasiswa/Guru/Umum

Kategori Lomba
Lomba terdiri dari (tiga) kategori peserta. Kategori A, Peserta Pelajar SLTP, Kategori B, Peserta Pelajar SLTA. Kategori C, Peserta Mahasiswa/Umum
Syarat-syarat Lomba

1. Lomba ini terbuka untuk pelajar SLTP, SLTA dan Mahasiswa/Umum dari seluruh Indonesia atau yang sedang studi/dinas di luar negeri. Kecuali, karyawan PT ROHTO Lab. Indonesia/agennya dan Panitia Pelaksana
2. Lomba dibuka tanggal 1 Juli 2008 dan ditutup tanggal 10 Oktober 2008 (Stempel Pos)
3. Tema cerita: Dunia remaja dan segala aspek serta aneka rona kehidupannya (cinta, kebahagiaan, kepedihan, harapan, kegagalan, cita-cita, penderitaan maupun kekecewaan
4. Judul bebas tetapi harus mengacu pada tema Butir 3
5. Setiap peserta boleh mengirimkan lebih dari satu judul
6. Naskah ditulis dalam bahasa Indonesia yang baik, benar, indah (literer) dan komunikatif
7. Naskah harus asli (bukan jiplakan) dan belum pernah dipublikasikan serta tidak sedang diikutsertakan dalam lomba serupa yang bukan diselenggarakan oleh PT ROHTO
8. Ketentuan naskah:
a. Ditulis di atas kertas ukuran kuarto (A-4), ditik berjarak 1,5 spasi, format 12 point, font Times New Roman, margin kiri-kanan rata (Justified)
b. Panjang naskah minimal 6 (enam) halaman, maksimal 10 (sepuluh) halaman
c. Naskah yang dikirimkan ke Panitia LMCR-2008 dalam bentuk print-out 3 (tiga) rangkap (copy) disertai file dalam CD
d. Naskah disertai ringkasan cerita (synopsis), biodata singkat pengarang, foto pose bebas ukuran 4R dan fotocopy identitas pengarang (pilih satu: KTP/Kartu Pelajar atau Kartu Mahasiswa, SIM atau Paspor yang masih berlaku
e. Setiap judul naskah yang dilombakan wajib dilampiri 1(satu) kemasan LIP ICE jenis apa saja atau seal/segel pengaman SELSUN GOLD FOR TEENS/SENSUN BLUE 5
f. Naskah yang dilombakan beserta persyaratannya dimasukkan ke dalam amplop tertutup (dilem), cantumkan tulisan PESERTA LMCR-2008 dan Kategorinya
g. Naskah dan persyaratan (Butir f) dikirim ke alamat Panitia LMCR-2008 LIP ICE- SELSUN GOLDEN AWARD – Jalan Gunung Pancar No.25 Bukit Golf Hijau, Sentul City, Bogor 16810 – Jawa Barat
h. Hasil lomba diumumkan 10 November 2008 melalui Tabloid Rayakultura Edisi November 2008, www.rayakultura.net dan www.rohto.co.id atau hub HP 08158118140
9. Keputusan Dewan Juri bersifat final dan mengikat
10. Naskah yang dilombaklan jadi milik PT ROHTO, hak cipta milik pengarangnya

Hasil Lomba
Masing-masing kategori: Pemenang I, II, II dan 5 (lima) Pemenang Harapan Utama serta 10 (Sepuluh) Pemenang Harapan
Hadiah Untuk Pemenang
- Kategori A: SLTP
• Pemenang I: Uang Tunai Rp 4.000.000,- + LIP ICE-SELSUN GOLDEN AWARD; Pemenang II: Uang Tunai Rp 3.000.000,- + Piagam LIP ICE-SELSUN; Pemenang III: Uang Tunai Rp 2.000.000,- + Piagam LIP ICE-SELSUN. Selanjutnya, 5 (lima) Pemenang Harapan Utama, masing-masing mendapat Uang Tunai Rp 1.000.000,- + Piagam LIP ICE-SELSUN. Untuk 10 (sepuluh) Pemenang Harapan masing-masing mendapat Piagam LIP ICE-SELSUN dan Bingkisan dari PT ROHTO. Seluruh Pemenang mendapat hadiah ekstra 1 (satu) Buku Kumpulan Cerpen Pemenang LMCR-2007
Hadiah untuk sekolah Pemenang I, II dan III masing-masing memperoleh hadiah sebuah televisi

- Kategori B:SLTA
• Pemenang I: Uang Tunai Rp 5.000.000,- + LIP ICE-SELSUN GOLDEN AWARD; Pemenang II: Uang Tunai Rp 4.000.000,- + Piagam LIP ICE-SELSUN; Pemenang III: Uang Tunai Rp 3.000.000,- + Piagam LIP ICE-SELSUN. Hadiah untuk 5 (lima) Pemenang Harapan Utama masing-masing mendapat Uang Tunai Rp 1.000.000,- + Piagam LIP ICE-SELSUN. Bagi 10 (sepuluh) Pemenang Harapan masing-masing mendapat Piagam LIP ICE-SELSUN dan Bingkisan dari PT ROHTO. Seluruh Pemenang mendapat hadiah ekstra 1 (satu) Buku Kumpulan Cerpen Pemenang LMCR-2007
Hadiah untuk sekolah Pemenang I, II dan III masing-masing memperoleh hadiah sebuah televisi

- Kategori C:Mahasiswa, Guru dan Umum
• Pemenang I: Uang Tunai Rp 7.500.000,- + LIP ICE-SELSUN GOLDEN AWARD; Pemenang II: Uang Tunai Rp 6.000.000,- + Piagam LIP ICE-SELSUN; Pemenang III: Uang Tunai Rp 4.000.000,- + Piagam LIP ICE SELSUN. Bagi 5 (lima) Pemenang Harapan Utama masing-masing mendapat Uang Tunai Rp 1.500.000,- + Piagam LIP ICE-SELSUN. Pemenang Harapan 10 pemenang, masing-masing mendapat Piagam LIP ICE-SELSUN + Bingkisan dari PT ROHTO. Seluruh Pemenang mendapat hadiah ekstra 1 (satu) Buku Kumpulan Cerpen Pemenang LMCR-2007

Catatan:
Pajak hadiah para pemenang ditanggung oleh PT ROHTO Laboratories Indonesia

Ketua Panitia LMCR-2008
Dra. Naning Pranoto, MA

Sumber: http:/// www.rayakultura.net

Juli 9, 2008

KRITIK, CARA AMPUH MEMBUNUH PENULIS

Diarsipkan di bawah: Dunia Publishing — Diena @ 10:14 pm

KRITIK, CARA AMPUH MEMBUNUH PENULIS

Oleh Diena Ulfaty

Beberapa waktu lalu saya melihat perdebatan sengit di sebuah milis. Isi perdebatan tak lain adalah mengkritisi tema sebuah buku yang memang judulnya membuat beberapa orang menjadi senewen. Saya bahkan sempat berfikir, “wah untung saja bukan saya penulisnya.” Mungkin perdebatan itu akan membuat naskah menjadi laku keras, tetapi jika ini yang diinginkan maka urusannya selesai, tetapi bagaimana kalau hal itu menyentuh “area terlarangnya” sang penulis?. Efeknya bisa berbahaya bisa-bisa penulisnya jadi tidak mood menulis. Yah, untung kalau tidak moodnya cuma untuk tema yang membuat kontroversi saja tetapi bagaimana kalau sang penulis menjadi berhenti total dari karir kepenulisannya?. Meski saya yakin kalau hal seperti ini tidak akan menimpa penulis yang naskahnya sedang diperdebatkan di milis tersebut, tetapi saya mengkhawatirkan nasib penulis-penulis lain yang rentan kritik. Apakah saya ini terlalu mengada-ada, memangnya apa ada seorang penulis yang berhenti menulis gara-gara kritikan pembaca?. Kemungkinan itu selalu ada, itulah sebabnya tema seperti ini menarik minat perfilman Hollywood. Ingat Finding Forrester yang mengangkat kisah seorang penulis sukses yang menghentikan karirnya gara-gara kritikan pedas yang diterimanya?. Kisahnya begitu menyentuh dan saya rasa secara psikologis bisa diterima. Maksud saya, saya bisa menangkap sisi-sisi manusianya seorang penulis. Seorang penulis juga manusia biasa yang kerap melakukan kesalahan sehingga kalau seringkali dikritik lama-lama bisa jadi eneg. Coba Anda bayangkan kalau Anda sendiri dikritik tentang cara Anda makan, minum, bicara, atau segala perilaku Anda, maka lama-lama Anda akan jengkel sendiri. Karena sebagai manusia biasa setiap hari kita melakukan kesalahan. Mungkin secara tidak sengaja ada orang yang kita lukai, atau mungkin kita lupa mengucap basmallah saat makan, atau lupa mengucap salam saat bertemu kawan, atau bahkan melupakan Tuhan sehingga lupa sholat. “Oh man, I’m not an Angel so don’t treat me like that Ok?. I make mistake and that’s fine coz I’m a man. Just a man.

Semua orang akan merasa jengkel kalau segala perilakunya dikritik meski maksud sang pengkritik tadi baik. Tapi menyampaikan kritik harus mengikuti aturan dan memperhatikan kadarnya supaya tidak melukai yang dikritik, dan bersifat membangun tetunya. Kalau saja melupakan kritik pedas merupakan hal mudah maka urusannya selesai. Apa jadinya kalau sang pengkritik itu menggunakan kata-kata “vulgar” yang bisa melukai atau bahkan membunuh “karakter” sang penulis. Bagi yang bermental lemah, mungkin akan serta merta menghentikan karir kepenulisannya tetapi yang bermental baja justru akan bangkit dan berusaha membuktikan kalau sang pengkritik itu salah.

Kritik Positif Vs Kritik Negatif

Mungkin ada yang protes dengan judul di atas dengan dalih kalau selama ini kritik selalu dipandang membunuh lalu mengapa budaya kritik justru dikembangkan. Dan katanya kritik juga mencerdaskan bahkan banyak efek positif yang bisa didapat oleh penulis jika karyanya dikritik. Bahkan banyak penulis yang kemudian menjadi penulis top berangkat dari kritikan-kritikan pembaca.

Memang tidak semua kritik itu jelek, bahkan seorang penulis bisa berkembang dari kritik-kritik yang didapatnya. Bayangkan saja jika seorang penulis pemula atau anak SMP yang baru saja belajar menulis tetapi langsung dipuji-puji dan tidak pernah mendapat kritikan. Tentu saja dia akan merasa kalau tulisannya itu sempurna, lalu apanya yang perlu dirubah jika semuanya sudah sempurna?. Bukankah seseorang akan berubah kalau melihat adanya kekurangan pada dirinya?. Dan tentunya kita memerlukan seorang yang jujur dalam melihat kekurangan kita bukan?. Bukan dengan tujuan menjelek-jelekkan tetapi mengingatkan kalau ada yang kurang dengan tulisan kita. Lalu kritikan macam apa yang memiliki sifat destruktif dan punya potensi membunuh karakter penulis?

1. Jika kritik tersebut tidak membangun

Kritik yang tidak membangun adalah kritik yang sifatnya menghakimi atau menyalahkan penulis tanpa memberikan solusi terhadap karyanya. Biasanya kritik seperti ini hanya menyebutkan sisi jeleknya saja tanpa ada penghargaan sedikit pun. Efek yang ditimbulkannya sudah jelas, yaitu bukannya mengubah “mindset” penulis tetapi malah membuat penulisnya marah. Kritik semacam ini tidak akan memberikan manfaat sedikit pun bagi penulis atau pun orang lain yang membacanya bahkan akan cenderung membuat perdebatan sengit. Ingat, tidak ada seorang pun yang mau dihakimi meski dia itu orang bejat atau bahkan pembunuh sekalipun. So, kalau mau mengkritik, gunakan bahasa yang sopan, baik, dan tidak melukai orang lain. Akan lebih baik lagi kalau disertai solusi sehingga pihak yang dikritik mau mengadakan perubahan.

2. Jika kritik tersebut menyentuh area yang menentang prinsip penulis.

Kadang, seorang penulis tidak menyadari kalau tulisannya bisa berakibat jelek bagi para pembaca. Hal ini pernah dialami oleh seorang novelis terkemuka sekaligus filosof yang ketenarannya melampaui pimpinan Rusia waktu itu. Leo Tolstoy sama sekali tidak menyadari kalau tulisannya membawa arus kritik yang begitu tajam, meski juga banyak sanjungan yang didapatnya. Bahkan novelnya yang berjudul Anna Karenina mengundang arus protes penganut Kristen yang merasa dilecehkan. Apa tujuan Tolstoy menuliskan perselingkuhan yang menimpa seorang penganut agama yang taat? Kritik tersebut begitu mempengaruhi Tolstoy. Sehingga beberapa ahli menyimpulkan kalau Tolstoy mengalami depresi dan meninggalkan dunia penulisan novel karena tidak yakin dengan manfaat yang bisa ia berikan kepada orang lain. Bahkan dia beranggapan kalau sudah membuang banyak waktu hanya untuk menuliskan cerita fiksi yang bisa merusak pembaca (meski tak dipungkiri kalau banyak juga pembaca yang mendapat manfaat dari novelnya itu). Hidupnya tidak tenang karena merasa bersalah. Akhirnya dia berubah menjadi seorang filosof yang bahkan sampai akhir hayatnya mengaku tidak menemukan apa yang dia cari selama ini, yaitu arti kebahagiaan (ketenangan). Nah, selama kritik itu “menyentuh” prinsip penulis atau sang penulis sangat mengagungkan nilai-nilai moral maka sangat dimungkinkan dia akan menghentikan karirnya saat ada pembaca yang mengatakan kalau dia mendapatkan “celaka” gara-gara membaca buku karya sang penulis tersebut. Saya membicarakan kemungkinan yah, dan bukan kepastian, karena memang banyak sekali karakter penulis yang berbeda antara satu dengan yang lainnya.

3. Jika kritik tersebut tidak jujur dan bersifat menjatuhkan penulis

Tulisan Anda sampah dan tidak layak dibaca, adalah cotoh krtikan yang menjatuhkan penulis. Memang ada penulis yang “cuek” terhadap kritik dan tetap menulis meski ada yang menganggap tulisannya sampah. Yah, selama banyak tong sampah maka tulisan sampah akan laku keras. So, selama tujuan sang penulis adalah untuk meraup uang banyak, maka kritikan semacam ini tidak menjadi masalah. Tetapi kalau penulisnya adalah orang yang peduli terhadap nasib pembaca dan mempercayai perkataan pembaca maka sangat dimungkinkan kritikannya akan menghancurkan karakter sang penulis. Ingat, tidak ada seorang pun yang ingin dihakimi meskipun dia itu pendosa. Bukankah Rasulullah sendiri mengajarkan lemah lembut dalam berdakwah. Dakwah akan gagal jika dilakukan secara kasar begitu juga kritik.

Memang berat beban moral yang dibawa oleh seorang penulis kalau dia menyadari efek dahsyat yang bisa ditimbulkan oleh tulisannya. Kata adalah pedang, so hati-hati menggunakannya karena bisa membunuh seseorang tanpa kita sadari.

Salam penulis,

Regards,

Diena Ulfaty

http://dienaulfaty.wordpress.com

Diena Ulfaty adalah penulis buku Inspiring Stories for Kids. Kisah-Kisah Teladan tentang Kepahlawanan, Kesabaran, Kejujuran, dan Cinta. Insya Allah bukunya segera terbit dalam waktu dekat.

Juli 8, 2008

LOMBA PENULISAN ARTIKEL TENTANG KEPUSTAKAWANAN INDONESIA TAHUN 2008

Diarsipkan di bawah: Info lomba — Diena @ 12:49 pm

LOMBA PENULISAN ARTIKEL TENTANG KEPUSTAKAWANAN INDONESIA TAHUN 2008

A. PENDAHULUAN
Perpustakaan Nasional RI berupaya untuk selalu meningkatkan kualitas layanannya kepada pemustaka, termasuk kualitas pustakawannya. Untuk itu, Perpustakaan Nasional RI menyelenggarakan Lomba Penulisan Artikel tentang Kepustakawanan Indonesia Tahun 2008. Lomba ini sekaligus juga untuk menyambut Bulan Gemar Membaca dan Hari Kunjung Perpustakaan tanggal 14 September 2008. Dari kegiatan ini diharapkan Perpustakaan Nasional RI memperoleh masukan positif dan ilmiah dari masyarakat pengguna Perpustakaan Nasional RI .

B. TEMA LOMBA

Manfaat Teknologi Informasi untuk Meningkatkan Kualitas Layanan Perpustakaan Nasional RI .

C. TOPIK PENULISAN

Pendapat, pandangan dan masukan dari pustakawan, mahasiswa dan masyarakat umum tentang kesiapan pustakawan Perpustakaan Nasional RI dalam memanfaatkan teknologi informasi untuk meningkatkan kualitas layanannya.

D. PELAKSANAAN LOMBA
Pengumpulan artikel: 1 Juli – 13 September 2008;
2. Penilaian artikel oleh Tim Juri: 14 September – 13 Oktober 2008;

Pemenang akan diumumkan pada bulan Oktober 2008 dalam acara Penutupan Rangkaian Kegiatan Bulan Gemar Membaca dan Hari Kunjung Perpustakaan Tahun 2008 serta pada situs resmi Perpustakaan Nasional RI: http//www.pnri.go.id;
Artikel terbaik akan dimuat dalam majalah Visi Pustaka terbitan Pusat Jasa Perpustakaan dan Informasi, Perpustakaan Nasional RI.

E. PERSYARATAN PESERTA

1. Mahasiswa, pustakawan dan masyarakat umum;
2. Melampirkan fotokopi KTP/SIM/Kartu Mahasiswa/Kartu Karyawan/identitas lain;

Melampirkan daftar riwayat hidup;
Melampirkan pas foto berwarna ukuran 3×4 = 1 lembar.
F. TATA CARA PENGIRIMAN ARTIKEL

Peserta lomba boleh mengirim lebih dari satu artikel dengan judul berbeda. Satu orang maksimal mengirim dua judul artikel yang berbeda;
2. Panjang artikel 10-15 halaman, ukuran kertas A4, spasi 1 1/2, jenis huruf Times New Roman, ukuran huruf 12;

Artikel dikirim dalam bentuk cetak terjilid rangkap 2 (dua), disertai soft file berupa disket atau CD;
Artikel diterima panitia selambat-lambatnya tanggal 13 September 2008;
Artikel dikirim dalam sampul tertutup disertai kode LPAKI – 2008 langsung ke Panitia Lomba Penulisan Artikel Tentang Kepustakawanan melalui pos atau email ke alamat:
A/n Luthfiati Makarim, Bidang Layanan Koleksi Umum, Pusat Jasa Perpustakaan dan Informasi, Pusat Jasa Perpustakaan dan Informasi, Perpustakaan Nasional RI. Jl. Salemba Raya No.28A, Jakarta Pusat. Telpon dan fax: (021) 3156149, 3103554, e-mail: luthfiaty@yahoo.com.

G. KRITERIA PENILAIAN
Artikel harus memiliki nilai manfaat untuk pengembangan pustakawan Perpustakaan Nasional RI , khususnya untuk peningkatan kualitas layanan Perpustakaan Nasional RI ;
2. Bersifat aplikatif dan inovatif;

Isi artikel harus asli, bukan saduran atau terjemahan;
Artikel belum pernah/sedang dilombakan;
Artikel belum pernah dipublikasikan di media apapun;
Isi artikel harus sesuai dan relevan dengan tema lomba dan topik penulisan;
Artikel yang sudah dikirim menjadi hak panitia lomba;
Keputusan juri tidak dapat diganggu gugat dan tidak diadakan surat-menyurat.

H. HADIAH

☺ Juara 1: Rp. 6.000.000,- (Enam juta rupiah) dan piagam penghargaan;
☺ Juara 2: Rp. 5.000.000,- ( Lima juta rupiah) dan piagam penghargaan;
☺ Juara 3: Rp. 4.000.000,- (Empat juta rupiah) dan piagam penghargaan;
☺ Juara Harapan 1: Rp.2.500.000,- (Dua juta lima ratus ribu rupiah) dan piagam penghargaan;
☺ Juara Harapan 2: Rp.2.000.000,- (Dua juta rupiah) dan piagam penghargaan;
☺ Juara Harapan 3: Rp.1.500.000,- (Satu juta lima ratus ribu rupiah) dan piagam penghargaan;
☺ Hanya ada masing-masing satu orang pemenang untuk juara harapan 1-3;
☺ Hadiah dipotong pajak yang ditanggung oleh pemenang.

Best regards,

Ilus

Panitia Lomba Penulisan Artikel tentang Kepustakawanan Tahun 2008

Tulisan yang Lebih Tua »

Blog pada WordPress.com.