Oleh Diena Ulfaty
Grant Hill, seorang bintang NBA yang empat tahun lalu menikah dengan Tamia − seorang penyanyi R&B tiba-tiba saja mengalami sesuatu yang mengancam hidupnya sekaligus karirnya. Grant Hill memang sangat mencintai profesinya dan mungkin saja ia akan kehilangan nyawanya demi NBA. Hari itu memang tidak seperti biasanya ketika Grant Hill merasakan sakit di pergelangan kakinya. Akhirnya dia dibawa ke ruang operasi dan harus kembali lagi untuk menjalani operasi yang ke-empat kalinya di tahun 2003. Waktu itu Tamia nampak begitu panik ketika menemukan suaminya dalam kondisi menyedihkan, badannya demam selama beberapa hari dan terus gemetaran tak karuan, Grant juga mengigau seperti orang tak waras. Akhirnya Tamia menghubungi dokter.
“Grant pulang ke rumah dalam keadaan demam,” kata Tamia, “dan yang membuatku khawatir adalah ketika demamnya tidak turun-turun. Aku langsung menghubungi dokter lalu dokter menyuruhku untuk membawa Grant ke sana. Sewaktu sampai di rumah sakit, kulihat Grant mulai gemetaran dan mengigau tak karuan. Hari itu aku belum tahu apa yang terjadi padanya…tetapi ketika aku mengetahuinya semua terasa begitu menakutkan.”
Dokter menemukan infeksi staph yang bisa membunuh Grant. “Itu merupakan saat yang sangat menakutkan bagiku,” kata Tamia. “Hal itu terjadi saat karir Grant sebagai bintang NBA berada pada puncaknya. Aku sangat ingin dia bisa selalu hadir sebagai suami yang akan menemaniku membesarkan anak-anak.”
Tamia memang seorang istri yang sabar dan siap membantu Grant dalam menghadapi masa-masa sulit itu, menyemangatinya supaya tidak putus asa, dan selalu berada di sampingnya ketika Grant terbaring kaku di tempat tidur.
Beberapa bulan kemudian, keadaan Grant berangsur-angsur membaik. Grant merasa bahwa dia telah melewati masa-masa sulit dalam hidupnya dan sama sekali tidak menyadari kalau maut juga mengintai istrinya. Tamia mendapat berita mengejutkan dari seorang dokter yang mendiagnosa penyakitnya, di hari ketika dia seharusnya bahagia karena suaminya berangsur-angsur pulih.
Tamia seperti baru saja tertimpa reruntuhan beton saat dokternya mengatakan kalau dia menderita Multiple Sclerosis (MS), sebuah penyakit yang menyerang system syaraf pusat yang dapat mengganggu kinerja otak dan spinal cord. Sampai detik ini belum ada obat yang mampu menyembuhkan penyakit mengerikan ini. Tamia terperangah, tak mampu mengucapkan sepatah kata pun selama beberapa menit, lalu dia mulai menangis. Ternyata cinta mereka sedang diuji untuk yang kedua kalinya. Grant memang lelaki yang baik dan tahu rasa terima kasih. Ketika Tamia dalam kondisi kritis, dia selalu berada di sampingnya sambil terus membesarkan hati istrinya.
“Apa yang harus kita lakukan dengan penyakitku ini?,” tanya Tamia sambil menangis. Dia merasa tak sanggup menghadapi penyakitnya sendirian.
“Aku akan menjadi satu-satunya orang yang membantumu melawan penyakitmu. Jangan khawatir sayang, kau harus tenang,” kata Grant.
Kata-kata Grant bagaikan sumber air yang tak pernah kering ketika Tamia kehausan. Tamia bangkit sedikit demi sedikit, tiba-tiba saja dia memiliki kekuatan untuk menghadapi penyakitnya bahkan kali ini dia bisa lebih tegar. Dia sudah tahu caranya hidup berdamai dengan penyakitnya. Perasaan sedih, kecewa, tak berdaya malah akan membuatnya jiwanya semakin lemah, kekuatannya redup, dan tentu saja keadaan seperti itu bisa membuat Tamia cepat mati. Itulah sebabnya dia tidak ingin larut, dan rasanya Tamia tidak punya alasan untuk itu karena dia memiliki seorang pendamping hidup sehebat Grant yang selalu berada di sampingnya.
“Tamia belajar banyak dari penyakitnya,” kata Grant. “Dan yang membuatku takjub adalah semangat hidupnya dan ketegarannya itu. Banyak sekali hal baik yang kubanggakan dari istriku yang membuatku semakin mencintainya.”
Grant dan Tamia mulai belajar untuk mencintai pasangannya apa adanya, bukan sebagai mega bintang NBA atau pun penyanyi R&B yang mendapat nominasi Grammy. Mereka mencintai satu sama lain sebagai pasangan yang saling membutuhkan, apalagi mereka telah memiliki anak yang sangat membutuhkan perhatian mereka. Myla dan Lael adalah salah satu alasan bagi Tamia dan Grant untuk bersikap tegar dalam menghadapi masa-masa sulit dalam kehidupan mereka.
“Sungguh merupakan saat-saat yang sangat menyenangkan ketika melihat Grant mengantar Myla ke sekolah. Dan di saat aku sibuk atau merasa lelah Grant berkata, ‘Biarkan aku yang menjaga bayi kita supaya kau bisa beristirahat.’”
Sikap Grant memang luar biasa dan hal itu tidak mengherankan karena dia memiliki orangtua yang hebat. Ayah dan Ibu Grant-lah yang mengajarkannya arti mencintai. Mereka telah membuktikan betapa indahnya hidup berumah tangga hingga usia senja, menghargai pasangan, saling membantu tugas masing-masing, dan mendidik anak bersama-sama. Dan yang lebih hebat lagi keduanya adalah orangtua yang sangat sibuk dengan profesinya di luar rumah tapi masih bisa membagi waktu untuk anak-anaknya.
“Orangtuaku adalah teladan yang sangat baik dalam menjalankan bahtera rumah tangga,” kata Grant. “Ayahku adalah seorang atlit dan ibuku memiliki perusahaan konsultan. Aku sangat senang memiliki orangtua seperti mereka. Melihat cara mereka bekerja keras membangun hubungan baik di dalam rumah tangga membuatku mengerti nilai-nilai penting yang harus kutanamkan dalam rumah tanggaku. Karena menikah itu memang memerlukan kerja keras.
“Sewaktu kecil, aku sering melihat interaksi antara ayah dan ibuku, baik hal-hal yang buruk ataupun yang baik,” kata Grant. “Tetapi aku tahu tentang wanita bukan dari mereka namun dari saudara-saudaraku yang perempuan. Mereka seringkali berbicara mengenai caraku berinteraksi dengan istriku, dan caraku memperlakukan dia. Sungguh menyenangkan membicarakan hal itu saat kami berkumpul.”
Ketika cinta Grant dan Tamia diuji dengan berbagai macam musibah, cinta mereka malah semakin kuat. Mungkin salah satu alasannya karena mereka memiliki Lael yang masih berusia 3 bulan dan Myla 5 tahun.
Grant memang serius dalam mendidik anak. Ia telah membuktikannya ketika Phoenix Sun mengajaknya berkeliling dan Grant menggagalkan rencananya itu. Dia lebih memilih tinggal di rumah menjaga anak-anaknya. “Menjadi ayah adalah hal terpenting dalam hidupku apalagi aku memiliki dua anak perempuan,” katanya. “Aku mengajari putri-putriku supaya mereka mencintai dan menghormati ibu mereka.”
Grant berharap komitmennya itu akan berdampak positif bagi kehidupan anak-anaknya kelak. “Aku mendirikan sebuah bar dan aku berharap suatu hari ketika ada seorang lelaki mendatangi putriku sambil membawa sekuntum bunga di hari Valentine maka putiku akan menjawab, ‘Aku tidak terkesan. Kau hanya membawakanku sekuntum bunga di hari Valentine sementara ayahku membawakanku dua lusin bunga dan coklat setiap hari Valentine.’ “Hal ini penting,” kata Grant, “karena pertama kali yang dicintai oleh anak perempuan adalah ayahnya.”
Bagi Grant merasa capek saat mendidik anak merupakan hal yang wajar, itulah yang terjadi padanya ketika dia harus mengantar Myla ke sekolah padahal waktu itu dia sangat letih sehabis bermain basket. Grant menyadari pentingnya kehadirannya bagi putri-putrinya, mengantarnya ke sekolah, dan memperhatikan kebutuhannya. “Tak peduli seberapa capeknya aku ini, aku akan meluangkan waktu untuk putriku di pagi hari,” katanya.
Namun ternyata sikap Grant yang sangat manis terhadap putrinya itu kadang-kadang membuat Tamia merasa iri. Masa lalu Tamia memang tidak seindah putri-putrinya yang tumbuh bersama ayahnya. “Aku tidak dibesarkan oleh ayahku,” katanya, “di satu sisi aku sangat bangga dengan sikap Grant terhadap putri-putriku, tetapi jauh di lubuk hati yang paling dalam aku merasa kecewa karena tidak memiliki masa-masa indah bersama ayahku.”
Ketika Oprah mengundangnya untuk datang dalam shownya yang spektakuler itu, Grant berkata, “Tak peduli betapa besar prestasimu dalam berkarir hal yang terpenting dalam hidup adalah membesarkan anak-anak supaya menjadi anak baik, sukses, dan dihormati.” Itulah kata-kata terakhir yang diucapkan Grant dalam Oprah Winfrey Show.
Ditulis oleh Diena Ulfaty
Diena Ulfaty adalah Penulis buku Inspiring Stories for Kids. Kisah-Kisah Teladan tentang Kepahlawanan, Kejujuran, dan Cinta. Insya Allah bukunya akan segera terbit.
Visit my blog then you’ll get another top stories, ”writing tips”, writing competitions, and another interesting stuffs. If you need critics for your works, I’ll help you the best I can. No doubt about it. You can contact me privately on diena.ulfaty@gmail.com or dienaulfa@aol.com
DAPATKAN E-Book GRATIS “BELAJAR SAINS ALA EINSTEIN”
Psstt!! Ada berita heboh. Tahu nggak, kalau kamu membeli buku Inspiring Stories for Kids, kamu bisa mendapatkan e-book BELAJAR SAINS ALA EINSTEIN secara gratis. Caranya : kirimkan form beserta kupon asli Inspiring Stories for Kids yang terdapat di halaman akhir buku tersebut. Don’t miss it!!.
BELAJAR SAINS ALA EINSTEIN merupakan e-book yang menyanggah mitos-mitos keliru seputar Sains yang diajarkan di SMP ataupun SMA. Tahu nggak kalo ternyata banyak sekali mitos keliru tentang Fisika yang diajarkan di sekolah-sekolah. Wah gawaattttt!!!!E-book ini memang begitu menantang nalar kita. Merubah pola pikir kita, dan tak hanya itu, banyak sekali gambar kartun menarik dengan rangkaian huruf warnaa-warni. Dijamin kamu bakal seneng deh. Dan yang terpenting lagi, kamu bisa menantang argumen gurumu di sekolah!. Bisa-bisa kamu jadi lebih pintar dari gurumu, he he he….
Ingin tahu mitos yang seperti apa sih yang salah?.
Kata buku teks di sekolah SMP dan SMA energi adalah kemampuan melakukan usaha. Tapi ternyata definisi itu SALAH!. Tak percaya?. Simak saja pendapat Richard Feynmann, nobelis Fisika Amerika yang menentang pendapat itu. Beliau berkata bahwa siswa-siswa perlu tahu kalau di dunia Fisika, tak ada seorang ilmuwan pun yang tahu apa itu definisi Energi. Mereka sama sekali tidak punya gambaran yang jelas mengenai energi. Yang mereka ketahui hanya karakteristiknya saja. Pendapat beliau ini didukung oleh banyak ilmuwan. Dan asal tahu saja, di buku Fisika perguruan tinggi seperti Theory and Problems of Thermodynamics yang ditulis oleh Schaums yang sangat terkenal itu, juga menyanggah tentang definisi energi yang diajarkan di sekolah SMP dan SMA. Mau tahu bantahan mereka selengkapnya, baca e-booknya donk!!.
So kalau kamu pingin pintar Fisika baca ajah BELAJAR SAINS ALA EINSTEIN. Dijamin kamu bakal lebih pintar dari gurumu!
Kelebihan e-book ini:
ü Bahasa yang digunakannya sangat mudah dipahami, bahkan oleh orang paling bodoh sedunia
ü Banyak sekali ilustrasi menarik di dalamnya yang lucu-lucu dan keren yang membuat kamu tertarik membaca bukunya sampai habis
ü Bantahan-bantahannya logis yang membuat kamu tercengang dan akan berkata, “oh begitu toh. Ternyata Fisika itu mudah yah. Dan oohh ternyata guruku salah.”
ü Kalo kamu orang dewasa atau guru tentunya kamu akan dengan senang hati memberitahu muridmu mengenai penjelasan di buku ini.
Jangan lupa beli buku Inspiring Stories for Kids. Kisah – Kisah Teladan tentang Kepahlawanan, Kesabaran, Kejujuran dan Cinta. Semuanya pasti dapat e-book BELAJAR SAINS ALA EINSTEIN secara gratis. Tunggu tanggal terbitnya yah!!
Regards,
Diena Ulfaty
http://dienaulfaty.wordpress.com
Tentang Inspiring Stories for Kids
Buku Inspiring Stories for Kids berisi lebih dari 25 kisah menarik yang dilengkapi dengan ilustrasi keren. Kesemuanya merupakan kisah nyata loh.
Mau tahu isinya?
ü Ada kisah tentang seorang raja yang dibuang. Loh kok bisa?. Hal itu terjadi berabad-abad yang lalu di sebuah negeri yang sekarang diberi nama Etophia. Apa ya penyebabnya sehingga dia dibuang?.
ü Ada kisah tentang pelacur yang minta dirajam. Padahal waktu itu dia sedang hamil. Sang pemimpin tidak menggubris ucapannya sampai bayi yang ada di kandungannya lahir. Sambil menunjukkan bayi dari hubungan gelapnya itu dia memohon dengan sangat supaya sang pemimpin merajamnya. Hmmm….benar-benar pelacur yang jujur.
ü Ada juga kisah lelaki bijak yang mencongkel perahu yang ditumpanginya ketika berada di tengah lautan. Tentu saja kelakuannya itu membuat panik semua penumpang. Tapi sang lelaki bijak itu tetap tenang. Ketika perahunya sampai ke daratan, tiba-tiba lelaki itu membunuh anak kecil yang ditemuinya di jalan. Wah apa penyebabnya sampai dia melakukan hal itu? Padahal dia kan bijak.
ü Ada juga kisah seorang gubernur yang sangat miskin, karena saking miskinnya sampai-sampai dia hanya memiliki satu pakaian saja. Ketika harus menjemur bajunya itu sang gubernur harus menunggu sampai bajunya kering sehingga tidak bisa menemui rakyatnya pada pagi hari. Padahal kalau mau dia bisa memiliki rumah mewah seperti para pemimpin lainnya, tetapi dia tidak menginginkan kemewahan. Dia bahagia dengan kemiskinannya itu dan baginya harta hanya menjadikan hidup seseorang tidak tenang. Benarkah?
Tak hanya itu lho banyak kisah menyentuh lainnya yang bisa kamu nikmati dalam Inspiring Stories for Kids. Dengan kisah-kisah itu penulis sangat berharap kamu bisa bersikap sabar, jujur, dan berani menghadapi apapun dalam hidup. Tak hanya itu kamu pun bisa mendapatkan e-book BELAJAR SAINS ALA EINSTEIN secara gratis.
Regards,
Diena Ulfaty
http://dienaulfaty.wordpress.com