Coretanku

Mei 20, 2008

REBUTLAH HOKI ONLINE LITERARY AWARDS 2008

Diarsipkan di bawah: Info lomba — Diena @ 10:19 am

Seperti telah diketahui bersama bahwa sejak setahun
berdirinya “Harian Online KabarIndonesia” (HOKI) telah memberikan
banyak penghargaan. Adapun penghargaan tersebut diberikan kepada
beberapa tokoh politik maupun pengusaha. Selain itu, HOKI juga
telah menobatkan Reporter maupun Photographer of the Year 2007.

HOKI juga memiliki kepedulian pada karya sastra. Pada akhir tahun
ini, HOKI merencanakan akan memberikan penghargaan secara khusus
bagi para penulis di HOKI dalam bidang sastra, yaitu dengan
memberikan penghargaan berupa:

HOKI Online Literary Awards 2008, atau secara singkat dapat disebut HOLY 2008

HOLY 2008, merupakan satu nama penghargaan yang akan diberikan
kepada mereka yang aktif dan berkarya di bidang penulisan puisi dan
cerpen yang mana karya-karya tersebut telah dipublikasikan di
http://www.kabarindonesia.com/

Gagasan tersebut di atas timbul karena HOKI ingin mengangkat dunia
sastra yang seolah-olah terpinggirkan dan nyaris tak
tersentuh/terbaca, sehingga HOKI ingin memberikan kesempatan kepada
para penulis HOKI untuk menayangkan hasil karyanya melalui
http://www.kabarindonesia.com/ . Selain itu, ide kegiatan ini
diselenggarakan karena tampak banyak penulis yang berbakat dan
memiliki kemampuan dalam menciptakan karya tulis yang baik, hanya
patut disayangkan pada umumnya mereka tidak mempunyai kesempatan
untuk mempublikasikannya.

Selain hal tersebut, HOKI juga ingin mengangkat mereka yang hingga
kini namanya belum pernah dikenal di kalangan penulis/sastrawan.
Melalui HOKI Online Literary Awards 2008 ini, diharapkan dapat
terlahir nama-nama besar baru di bidang karya sastra.

HOKI Online Literary Awards 2008 akan diberikan kepada penulis
untuk kategori:

a. 3 Puisi terbaik
b. 3 Cerpen terbaik

Adapun ketentuan secara lengkap adalah sebagai berikut:
1. HOKI akan menyaring semua cerpen, puisi yang diterima/dimuat di HOKI mulai tanggal 11 Mei- 31 Oktober 2008;

2. Thema karya tulis bebas;

3. Setiap Penulis diperbolehkan menulis (sebanyak-banyaknya ) untuk
mengikuti kategori-kategori tersebut;

4. HOKI tidak menutup kemungkinan bahwa satu penulis dapat
memenangkan semua kategori tersebut di atas;

5. Naskah adalah asli dari Penulis/Peserta dan belum pernah dimuat
di media apapun (termasuk blogspot, milis) selain di HOKI dan juga tidak melanggar kode etik Penulis HOKI;

6. Untuk Puisi yang dilombakan wajib dikirim dengan minimal 3
bait. Untuk Cerpen dikirimkan ke rubrik ‘Budaya’;

7. Semua karya tulis baik Puisi dan Cerpen menjadi milik dan hak
cipta ada pada HOKI, namun nama pengarang tetap disertakan apabila
di kemudian hari HOKI akan menerbitkan karya peserta dalam bentuk
buku atau dalam bentuk media lainnya;

8. Lomba ini diperuntukkan hanya bagi Penulis HOKI berwarga negara
Indonesia yang berdomisili di manapun;

9. Nama samaran TIDAK diperkenankan, untuk mengantisipasi mereka
yang mengaku sebagai para pemenang. Nama harus sesuai dengan KTP.
Bukti pengenal harus ditunjukkan sebelum dinobatkan sebagai pemenang;

10. Apabila di kemudian hari diketahui ada pemenang yang telah
melanggar ketentuan di atas, maka secara otomatis gelar yang akan
diberikan, akan dibatalkan;

11. Keputusan Dewan Juri tidak dapat diganggu-gugat.

Jadi, tunggu apa lagi, segera wujudkan impian Anda untuk menjadi
pujangga / sastrawan melalui HOKI, dan daftarkan diri Anda sebagai
Penulis HOKI sekarang juga! Tinggal klik saja “Daftar Jadi Penulis” di :
www.kabarIndonesia. com

Selamat Berkarya!
Redaksi Harian Online KabarIndonesia (HOKI)

REBUTLAH HOKI ONLINE LITERARY AWARDS 2008

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — Diena @ 10:14 am

Seperti telah diketahui bersama bahwa sejak setahun
berdirinya “Harian Online KabarIndonesia” (HOKI) telah memberikan
banyak penghargaan. Adapun penghargaan tersebut diberikan kepada
beberapa tokoh politik maupun pengusaha. Selain itu, HOKI juga
telah menobatkan Reporter maupun Photographer of the Year 2007.

HOKI juga memiliki kepedulian pada karya sastra. Pada akhir tahun
ini, HOKI merencanakan akan memberikan penghargaan secara khusus
bagi para penulis di HOKI dalam bidang sastra, yaitu dengan
memberikan penghargaan berupa:

HOKI Online Literary Awards 2008, atau secara singkat dapat disebut HOLY 2008

HOLY 2008, merupakan satu nama penghargaan yang akan diberikan
kepada mereka yang aktif dan berkarya di bidang penulisan puisi dan
cerpen yang mana karya-karya tersebut telah dipublikasikan di
http://www.kabarindonesia.com/

Gagasan tersebut di atas timbul karena HOKI ingin mengangkat dunia
sastra yang seolah-olah terpinggirkan dan nyaris tak
tersentuh/terbaca, sehingga HOKI ingin memberikan kesempatan kepada
para penulis HOKI untuk menayangkan hasil karyanya melalui
http://www.kabarindonesia.com/ . Selain itu, ide kegiatan ini
diselenggarakan karena tampak banyak penulis yang berbakat dan
memiliki kemampuan dalam menciptakan karya tulis yang baik, hanya
patut disayangkan pada umumnya mereka tidak mempunyai kesempatan
untuk mempublikasikannya.

Selain hal tersebut, HOKI juga ingin mengangkat mereka yang hingga
kini namanya belum pernah dikenal di kalangan penulis/sastrawan.
Melalui HOKI Online Literary Awards 2008 ini, diharapkan dapat
terlahir nama-nama besar baru di bidang karya sastra.

HOKI Online Literary Awards 2008 akan diberikan kepada penulis
untuk kategori:

a. 3 Puisi terbaik
b. 3 Cerpen terbaik

Adapun ketentuan secara lengkap adalah sebagai berikut:
1. HOKI akan menyaring semua cerpen, puisi yang diterima/dimuat di HOKI mulai tanggal 11 Mei- 31 Oktober 2008;

2. Thema karya tulis bebas;

3. Setiap Penulis diperbolehkan menulis (sebanyak-banyaknya ) untuk
mengikuti kategori-kategori tersebut;

4. HOKI tidak menutup kemungkinan bahwa satu penulis dapat
memenangkan semua kategori tersebut di atas;

5. Naskah adalah asli dari Penulis/Peserta dan belum pernah dimuat
di media apapun (termasuk blogspot, milis) selain di HOKI dan juga tidak melanggar kode etik Penulis HOKI;

6. Untuk Puisi yang dilombakan wajib dikirim dengan minimal 3
bait. Untuk Cerpen dikirimkan ke rubrik ‘Budaya’;

7. Semua karya tulis baik Puisi dan Cerpen menjadi milik dan hak
cipta ada pada HOKI, namun nama pengarang tetap disertakan apabila
di kemudian hari HOKI akan menerbitkan karya peserta dalam bentuk
buku atau dalam bentuk media lainnya;

8. Lomba ini diperuntukkan hanya bagi Penulis HOKI berwarga negara
Indonesia yang berdomisili di manapun;

9. Nama samaran TIDAK diperkenankan, untuk mengantisipasi mereka
yang mengaku sebagai para pemenang. Nama harus sesuai dengan KTP.
Bukti pengenal harus ditunjukkan sebelum dinobatkan sebagai pemenang;

10. Apabila di kemudian hari diketahui ada pemenang yang telah
melanggar ketentuan di atas, maka secara otomatis gelar yang akan
diberikan, akan dibatalkan;

11. Keputusan Dewan Juri tidak dapat diganggu-gugat.

Jadi, tunggu apa lagi, segera wujudkan impian Anda untuk menjadi
pujangga / sastrawan melalui HOKI, dan daftarkan diri Anda sebagai
Penulis HOKI sekarang juga! Tinggal klik saja “Daftar Jadi Penulis” di :
www.kabarIndonesia. com

Selamat Berkarya!
Redaksi Harian Online KabarIndonesia (HOKI)

Mei 13, 2008

MARINIR YANG SAKIT JIWA (bagian 3)

Diarsipkan di bawah: Novel, Cerpen, dan Bukuku — Diena @ 4:48 pm

Di bulan Mei yang sendu, Charlie dan istrinya mendatangi Dr. Jan D. Cochrun yang langsung memberinya Valium dan menyarankan Charlie untuk menemui Psikiater yang bernama Dr. Maurice Dean Haethly. Ketika bertemu Charlie, Heatly memiliki pandangan kalau Charlie mirip dengan hampir semua laki-laki Amerika, bedanya adalah Charlie menaruh sikap permusuhan dan memendam kebencian pada ayahnya. Ia berbicara tentang keberhasilannya dulu dan kehancurannya sekarang karena kegagalannya memperoleh beasiswa lagi, serta amarahnya terhadap ayahnya yang sudah tidak terbendung. Dengan mimik wajah yang nampak kurang serius Charlie mengatakan kalau dia suka berfantasi membunuh orang-orang dari atas menara Universitasnya dengan senapan berburu. Namun Heatly mengira kalau itu hanya kelakar Charlie saja atau semacam gertak sambal karena dari penampilan lelaki ini masih nampak waras dan cara bicaranya tidak meledak – ledak. Selain Charlie banyak sekali pasiennya yang mengatakan kata-kata serupa tapi tak ada satu pun yang menjadi kenyataan. Mungkin keinginan itu tidak begitu kuat, seolah Heatly yakin kalau Charlie cukup pintar mengendalikan dirinya sendiri. Charlie juga mengatakan kalau dia ingin bunuh diri dan akan memberikan catatannya kepada Heatly. Akhirnya pertemuan itu berakhir dengan permintaan Heatly untuk datang minggu depan. Sebelum Charlie pergi Heatly memberinya Dexederin.

Charlie menemui Leduc dengan kesedihan yang menumpuk-numpuk. Kini Charlie dalam kondisi terendah karena ia bahkan telah kehilangan imannya dan ingin keluar dari Katolik. Namun meskipun begitu, Charlie masih ingin mengembalikan hidupnya supaya tidak berantakan, kalau seandainya bisa, dia akan mengusahakan semaksimal mungkin supaya segalanya lebih baik. Meski takut berharap akan berhasil, Charlie berusaha bangkit sedikit demi sedikit.

Musim panas telah tiba dan Charlie harus beraktivitas lagi, selain kuliah ia bekerja sebagai asisten peneliti yang bergantung pada Ampetamin Dexedrin. Saking ingin mengembalikan hidupnya yang berantakan, Charlie berusaha keras untuk berperilaku benar, mengerjakan tugas-tugasnya dengan baik, belajar, dan bereksperimen untuk menyelesaikan berbagai macam proyek. Namun karena pengaruh Dexedrin ia tidak bisa memenuhi target pekerjaannya. Siang malam ia bekerja hingga kurang tidur tapi obat itu membuat Charlie tidak maksimal betapapun ia berusaha keras. Karena sering gagal, Charlie kehilangan rasa percaya dirinya dan tentu saja ia semakin terpuruk dalam keputus asaan. Akhirnya ia menyerah. Depresinya semakin parah dan ia makin tenggelam dalam fantasinya untuk membunuh orang.

 

Tumor di Otak Charlie

Bulan Juli segalanya nampak lebih baik ketika Charlie mengantarkan Kathy bekerja di Southwestern Bell untuk mengisi musim panas. Dia sempat mengajak Kathy dan Margaret nonton bioskop dan makan siang di kantin. Ketika Frans Morgan menemui Charlie, lelaki itu nampak baik-baik saja dan tidak nampak seperti sedang terkena masalah. Ketika menjelang malam, saat Charlie sendirian ia menuliskan sebuah pesan bunuh diri yang ditujukan untuk Kathy.

Aku benar benar tidak mengerti kenapa aku begitu ingin menulis surat ini, tulisnya. Mungkin semua ini kulakukan untuk mengurangi rasa bersalahku atas kelakuan kasarku selama ini. Aku ini hanyalah korban dari kebiadaban ayahku dan berbagai macam pikiran gila yang selalu menggangguku. Itulah sebabnya aku menemui Heatly untuk meminta pertolongan. Tetapi pengobatan yang kuharapkan gagal. Heatly sama sekali tidak memahami persoalanku dan malah memberiku Dexederin. Aku ingin ketika aku mati nanti tubuhku diotopsi untuk mengecek apa yang salah dengan otakku sehingga aku menjadi kurang waras seperti ini. Bukankahi terlalu berlebihan bila aku menyusun rencana untuk membunuh istriku malam ini setelah aku menjemputnya dari tempatnya bekerja. Alasanku melakukannya adalah karena aku tidak ingin membiarkan Kathy sendirian menghadapi dunia yang keras ini, dan aku akan menyiapkan kematianku sendiri, alasan itulah yang membuatku ingin membunuh ibuku juga.

Tiba-tiba seseorang mengetuk pintu, Charlie menghentikan acaranya menulis surat kematian. Dia membuka pintu dan menemukan dua wajah yang tidak asing lagi. Larry dan Eileen Fuess adalah pasangan yang sudah mengenal Charlie. Charlie nampak baik-baik saja bahkan kelihatan senang ketika Fuess bertemu dengannya. Pertemuan itu berakhir pukul setengah sembilan malam.

Charlie membunuh ibunya dan istrinya malam itu juga, kemudian menyiapkan rencana pembunuhan di atas menara Texas keesokan harinya. Namun di saat tak terduga, ketika Charlie sedang mengamati keadaan polisi yang mengepungnya di bawah menara, tiba-tiba beberapa butir peluru melesat mengenai tubuhnya. Charlie mati seperti yang diharapkan, dan polisi yang menembaknya melambaikan handuk hijau sebagai tanda kalau sang marinir yang sakit jiwa itu sudah tewas. Tubuh Charlie yang diselimuti jaket hijau dan noda darah itu diseret ke ruang otopsi. Tim dokter datang untuk mengotopsi otaknya seperti yang tertulis dalam surat kematian. Di luar dugaan, tim dokter menemukan kanker di bagian otak Charlie yaitu di hipotalamusnya. Beberapa ahli mulai berteori kalau kanker itulah yang menyebabkan Charlie berperilaku agresif karena daerah yang terkena kanker letaknya sangat dekat dengan amigdala ¾ sebuah daerah yang mempengaruhi emosi negatifnya. Charlie mati dengan meninggalkan catatan sejarah yang suram bagi Amerika.

 

Referensi  : “Charles Whitman”, www.rotten.com

                        Chaplain Leduc (PDF),

                        “Charles Whitman” from Wikipedia free encyclopedia

                        dan sumber lain.           

ditulis oleh Diena Ulfaty

 

Mei 9, 2008

MENGARANG NOVEL ALA DAN BROWN

Diarsipkan di bawah: Dunia Publishing — Diena @ 5:07 pm

MENGARANG NOVEL ALA DAN BROWN

SEBUAH TANTANGAN MATEMATIS

Oleh Diena Ulfaty

 

Pertama kali saya membaca buku Mengarang itu Gampang karya Arswendo Atmowiloto terbesit pertanyaan dalam benak saya, “benarkah?”. Mengarang yang seperti apa?. Banyak sekali buku “Gampang” lainnya yang beredar di pasar yang membuat pembaca penasaran terhadap isinya. Meskipun pada kenyataannya tidak semudah yang ditulis. Fakta membuktikan banyak sekali penulis “junior” yang masih mengalami kesulitan untuk mengarang meski sudah belajar bertahun-tahun. Bahkan novelis sekaliber Stephen King dalam Stephen King on Writing baru bisa diakui sebagai pengarang setelah bertahun-tahun gagal. Dia harus berjuang selama lebih dari 10 tahun supaya naskahnya diterbitkan!. Tentunya King tidak berpendapat kalau mengarang itu gampang kan tetapi mengarang menjadi gampang kalau sudah tahu jurus-jurusnya. Baca saja kaidah-kaidah penulisan cerita dalam memoarnya yang spektakuler itu, begitu menggugah dan cerdas, serta menunjukkan betapa detilnya King dalam merumuskan kiat-kiat penulisan yang bagus. Tulisannya itu membuat saya sadar kalau mengarang memerlukan imajinasi yang kuat dan pemahaman tentang manusia supaya karangan kita tidak “aneh”. Banyak sekali novel-novel (dalam negeri) yang beredar di pasar memiliki kekurangan dari sisi kekuatan karakter tokoh-tokohnya dan deskripsi keadaan (yang kurang imajinatif). Ini membuktikan kalau mengarang atau menulis cerita diperlukan sebuah keahlian khusus yang didapat dari banyak membaca dan menulis.

Dulu sewaktu saya masih aktif menulis artikel-artikel tentang sains saya menganggap mengarang itu gampang, seperti Arswendo bilang. Saya pikir mengarang itu ibarat orang sedang maaf “berak”. Asal sudah kenyang makan (input) maka secara otomatis tubuh dengan mudah akan mengeluarkan isi perut (output) kecuali orang tersebut sembelit he he…. Makanan saya samakan dengan pengalaman hidup (semua orang pasti punya pengalaman (input)) yang bisa digarap menjadi sebuah karya (output). Artinya semua orang punya potensi untuk menjadi penulis cerita. Mengenai menarik tidaknya itu bergantung pada seberapa unik dan mengesankannya pengalaman itu. Waktu itu saya sama sekali tidak menyadari kalau menulis cerita itu memerlukan teknik-teknik tertentu. Saya kira hanya dengan menekankan perasaan sewaktu menulis cerita itu sudah cukup. Rumusnya simple saja “Gunakan perasaan ketika menulis dan lupakan pikiranmu” maka segalanya akan berjalan sempurna. Ternyata rumus yang diajarkan oleh William Forrester itu itu tidak selamanya benar. Memang kalau kita menuliskan segala sesuatu dengan perasaan (bukan dengan pikiran) maka hasinya tulisan tersebut akan “bernyawa” atau hidup dan bisa mengaduk-aduk emosi pembacanya. Tetapi kalau menginginkan hasil sempurna seperti karya-karya penulis best seller internasional maka rumusan itu masih harus dilengkapi lagi. Mengarang tidak semudah menulis diari, mungkin semua orang bisa menulis diari tentang kisah hidupnya tetapi tidak semua orang bisa menjadi pengarang yang bagus. Sekali lagi saya tekankan kalau menulis cerita memerlukan keahlian khusus yang harus dipelajari dengan serius.

Bagi saya mengarang itu seperti mengerjakan soal hitung-hitungan. Kegairahan saya dalam berhitung sama dengan ketika saya sedang mengarang. Saya begitu menyukai keduanya karena sama-sama melibatkan imajinasi. Dan memang untuk menghasilkan karya yang bagus, seorang pengarang harus memiliki imajinasi yang kuat begitu juga dengan Matematikawan. Tidak percaya?. Pernah mengerjakan soal matematika tentang pembuktian rumus?. Saya kira semua orang yang pernah mengenyam pendidikan di SMA pernah mendapat soal dari guru untuk membuktikan rumus tertentu. Kalau imajinasi siswa tidak kuat, alhasil bukan jawaban yang didapat tetapi sederetan angka dan rumus yang terus mengembang sampai tidak berujung. Beruntung kalau siswa itu menyadari pembuktiannya salah sehingga harus dihentikan, bagaimana kalau tidak?. Hal ini menandakan kalau untuk mengerjakan soal pembuktian diperlukan imajinasi yang kuat terhadap rumus. Imajinasi yang rendah membuat kita kesulitan melihat “masa depan” jawaban dan tersesat dalam rimba angka dan rumus yang ruwet.   

Nah mengarang juga begitu, bagaimana membuat tulisan yang bagus dan tidak membosankan?. Imajinasi kita harus kuat. Ini sebuah keahlian yang harus dimiliki oleh seorang penulis cerita. Beberapa novel yang saya temui di pasaran memiliki alur yang begitu lambat, dan deskripsi keadaan yang membosankan. Misalnya seorang penulis hendak menuliskan keadaan sebuah kamar kuno. Supaya deskripsinya menarik dia harus bisa mengelompokkan mana benda-benda yang mencerminkan kekunoan dan unik (tidak sama dengan kamar-kamar pada umumnya). Sungguh membosankan kalau penulis harus menceritakan keadaan bantal, selimut dan bentuk ruangan yang pesergi bila benda-benda tersebut tidak memiliki keunikan. Karangan yang terlalu dipenuhi detil-detil yang tidak perlu membuat pembaca ingin segera tidur saat membaca kalimat awalnya, dan ini bencana. Di sinilah letak tantangan pengarang tatkala harus memutuskan bagian mana yang akan diceritakan secara detil dan mana yang tidak. Karena kesalahan dalam pendiskripsian akan membuat cerita nampak membosankan. Jadi seorang penulis harus tahu rumusan yang akan dipakai dan tidak sembarangan menentukan detil-detil mana yang perlu diceritakan supaya “kesegaran” cerita tetap terjaga.

Tingkat menarik tidaknya sebuah cerita juga dipengaruhi oleh kecepatan penceritaan (disamping tema dan bobot ceritanya tentunya). Tak bisa dipungkiri, untuk membuat tulisan dengan kecepatan sedang (tidak terlalu cepat dan tidak terlalu lambat) memang merupakan sebuah tantangan besar, begitu yang dikatakan King. Banyak sekali penulis cerita yang terjebak di sini, ada yang menuliskan ceritanya dengan alur yang sangat lambat yang membuat pembacanya terkantuk-kantuk, ada pula yang terlalu cepat sehingga pembaca dibuat berfikir terus-terusan. Untuk persoalan kecepatan penulisan saya kira Dan Brown ahlinya. Dan Brown, tak hanya sukses dengan The Da Vinci Codenya, novel-novel karangannya yang lain juga menjadi best seller internasional. Angka penjualan novelnya pun tak tanggung-tanggung, The da Vinci Code misalnya terjual hingga jutaan kopi. Brown memang layak mendapat penghargaan karena disamping novelnya berbobot, gaya bahasa dan kecepatan penceritaannya begitu selaras sehingga menghasilkan cerita yang menawan. Novel-novel Brown memiliki kecepatan sedang yang menandakan kalau Brown benar-benar tahu dan bisa menjaga kecepatan ceritanya sehingga pembaca bisa dibuat penasaran terus sampai buku habis terbaca. Saya pernah menyelesaikan novel Dan Brown setebal 630 halaman dalam waktu 2 malam!. Hmm…kadang-kadang saya berfikir jangan-jangan Brown sudah terbiasa berfikir ala matematikawan sehingga dia tidak pernah tersesat dalam rimba kata-kata yang membosankan dan tak terumuskan. Pantaslah kalau dia disebut-sebut sebagai penulis novel terlaris abad ini. Dan Brown memang jenius!!.

 

Diena Ulfaty adalah penulis Inspiring Stories for Kids, Kisah – Kisah Teladan tentang Kepahlawanan, Kesabaran, Kejujuran dan Cinta. Bukunya Insya Allah akan terbit dalam waktu dekat. Diena bisa dihubungi di dienaulfa@aol.com.  

You can read this article on http://dienaulfaty.wordpress.com and another article in the same genre. Visit my blog then you’ll get another “writing tips”, top stories, writing competitions, and another interesting stuffs. If you need critics for your works, I’ll help you the best I can. No doubt about it. You can contact me privately on my e-mail address dienaulfa@aol.com. See you.

Regards,

Diena Ulfaty

Blog pada WordPress.com.